Kamis, 28 April 2011

Lagu "Alejandro" Lady Gaga adalah Pemujaan Setan

Mungkin Anda tahu atau pernah mendengar lagu"Alejandro" yang dibawakan oleh Lady Gaga. tidak bisa dipungkiri, banyak sekali orang di seluruh dunia menggemari lagu tersebut. Tetapi tahukah Anda bahwa dengan lagu itu Setan dengan sangat halusmenyelinap ke dalam hidup orang-orang untukmencuri dan menghancurkan jiwa-jiwa!

Kita bahkan tidak menyadari bahwa hanya dengan menyanyikan lirik sebuah lagutampaknya 'tak berdosa' apalagi musiknya dan liriknya kelihatan bagus, padahal kitasudah membuka pintu lebih luas untuk roh jahat masuk!
Alejandro 'berarti: manusia pembela dan pelindung'(ALLAH).
'Fernando' berarti: bersemangat untuk perdamaian(YESUS).
'Roberto' berarti: terang atau shiningly berbingkai(ROH SUCI).
'Babe' adalah sama sebagai 'anak'
Mari perhatikan sekali lagi liriknya:

"Don't call my name; don't call my name,
Alejandro(GOD).
I'm not your child, i'm not your child, Fernando (JESUS).
Don't call my name; don't call my name, Roberto (HOLY SPIRIT).
Alejandro; Alejandro (GOD), Just let me go."
["Jangan panggil nama-ku, jangan panggil nama-ku, Alejandro (Allah). Saya bukan anak-mu, aku bukan anak-mu, Fernando (Yesus). Jangan panggil nama-ku, jangan panggilnama-ku, Roberto (ROH SUCI) Alejandro; Alejandro (Allah), Biarkan aku pergi."]

Saudara-saudariku, Stop! berhentilah mendengarkanLady Gaga!
Nama asli Lady Gaga adalah Stefani Joanne AngelinaGermanotta. Dia telah menjual jiwanya kepada Setanuntuk ketenaran dan keberuntungan. Tiba-tiba saja dalam waktu sekejab ia telah memiliki delapan juta pengikut diTwitter, artis dengan penjualan paling top, dan pemenangdari Grammy Award. Hal ini jelas menunjukkan iblisbekerja!

Ingat foto dia di dalam telur dilakukan di kayu salib?Menetas dari telur menandakan kelahiran kembali dari si darah dingin. Tanduk ditanamkan di bahunya dan tulangpipi menunjukkan penjelmaan mempelai perempuan dariSetan!
I received it, and I've passed it on. The blood is off my shoulder...

Mengkampanyekan Homoseksual
Sementara 'Born This Way' mendapat masalah di radio Malaysia. Lirik lagu wanita 24 tahun ini dianggap mengkampanyekan homoseksualitas, sehingga bos radio memerintahkan untuk mengedit lagu tersebut.

Beberapa lirik dalam lagu tersebut dihilangkan oleh mereka. Lewat wawancaranya dengan Google, dilansir NME, Kamis (24/3/2011) Lady mengaku tidak setuju dengan hal tersebut. kendati demikian pihak radio tetap pada pendiriannya untuk "memotong" lirik lagu tersebut.

Kisah 3 Pohon

Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka.

Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya".

Kemudian pohon kedua berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku".

Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu...

Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi... doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.

Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berfikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi... ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja berakhir sudah.

Pohon ketigadi potong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.

Tahun demi tahun berganti..., dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing hingga pada suatu hari kemudian..

Sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa didalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa

Bertahun-tahun kemudian... sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Ditengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: "Diam!!!... Tenanglah". Dan badai itupun berhenti. Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.

Akhirnya... seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUS lah yang disalibkan padanya...

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN. BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA...

Jumat, 22 April 2011

Mahalnya Tubuh Kita

Mungkin, Pada Suatu Masa Dalam Hidup, Kamu Pernah Merasa Nggak Nyaman Dengan Dirimu.

Kulitmu Kurang Putih. Badanmu Kurang Tinggi. Rambutmu Kurang Lurus. Bibirmu Kurang Seksi. Otakmu Kurang Cerdas. Wajahmu Kurang Menawan. Namamu Kurang Populer.

Apa Pernah Semua Hal Nggak Penting Itu Membuatmu Merasa Kurang Berharga?
Well, Gimana Yaa.. Emang Gitu Sih Kenyataannya.. Mungkin Begitu Katamu.
Hohoho.
Benarkah?
Dirimu Kurang Berharga?
Yang Benar Saja!
Pernahkah Kamu Benar-Benar Menghitung 'Harga' Dirimu?

Kalo Belum, Coba Pikirkan..
Pernah Mengganti Gigi Palsu?
Berapa Harganya? Seratus Ribu? Dua Ratus Ribu?
Hoho. Yang Benar Saja. Mungkin Dua Juta.

Matamu Kurang Jelas Melihat? Harus Pakai Kacamata?
Berapa Harganya? Lima Puluh Ribu?
Ugh. Dapat Bingkainya Saja Enggak.
Paling Kurang Tiga Ratus Ribu. Itu Yang Paling Murah, Kali..

Pernah Ikut Program Pelangsingan? Atau Ikut Fitness?
Berapa Biayanya? Seratus Ribu?
Hmm.. Mungkin Kalo Fitness Kelas 'Biasa Aja' Bisalah.
Program Pelangsingan? Jadi Member Aja Lebih Dari Segitu.

Pernah Patah Tangan?
Berapa Biaya Keseluruhannya?
Nggak Kebayang Deh. Satu Juta Juga Nggak Cukup.

Ginjalmu Bermasalah?
Kira, Kira Berapa Biaya Untuk 'Mengurus'nya?
Oh, My.. Setidaknya Beberapa Juta Rupiah.

Jantungmu Mengalami Sesuatu?
Oh, No. Kalo Ringan, Mungkin Dua Puluh Juta Cukup.
Atau Tiga Puluh.

Otakmu Mengalami Pendarahan?
Hmghh.. Kalo Parah, Bisa Sampai Ratusan Juta Biaya Pengobatannya.

Jika Dirimu Nggak Berharga, Bolehkah Saya Pinjam Matamu? Atau Tanganmu Yang Sebelah Kiri? Atau, Otakmu Yang 'Biasa Aja' Itu?

Nggak?
Oke. Gimana Kalo Saya Bayar? Dua Puluh Juta Untuk Otakmu Yang Hanya Berisi Sel Abu-Abu Kecil Itu?

Hmm.. Nggak Juga?
Jadi Berapa Harganya? Katanya Nggak Berharga?

Kamu Pikir-Pikir Dulu?
Hmhh.. Sampe Mati Pun Saya Jamin Kamu Nggak Akan Mau Menukarkan Otakmu (Atau Ginjalmu Atau Jantungmu Atau Paru-Parumu Atau Bahkan Kakimu Yang Bentuknya Aneh Itu, Atau Bibirmu Yang Kurang Seksi Atau Matamu Yang Kurang Bersinar Atau Bahkan Hidungmu Yang Kurang Mancung) Itu!!!!

Atau.. Gimana Kalo Dua Puluh Juta Untuk Kulitmu Yang Kurang Putih Bersinar Itu?

Nggak Juga?
Jadi, Berapa Dong Harganya? (Mulai Kesel Nih..).
Nggak, Deh.

Mungkiiinnn, Lebih Baik Punya Hidung Biarpun Nggak Mancung,
Mendingan Punya Mata Walaupun Kurang Indah,
Mendingan Punya Otak, Walaupun Nggak Secerdas Einstein,
Mendingan Punya Tangan Walaupun Nggak Bisa Melukis Seindah DaVinci,
Mendingan Punya Badan Yang Biasa -Nggak Seaduhai Brad Pitt, Maksudnya- Ketimbang Sakit-Sakitan..

Mendingan.. Punya Semua Yang Kumiliki Sekarang Deh,
Ketimbang Dapet -Berapa Tadi? Dua Puluh Juta? Lima Puluh Juta? Seratus Juta?- Semuanya Kayaknya Nggak Cukup Deh Buat Ganti Suku Cadang Tubuhku.
Lagi, Menurut Tony Buzan Dalam Bukunya Head First, Untuk Membuat Peralatan Yang Berfungsi Persis Seperti Mata Kita Saja Dibutuhkan Seperangkat Mesin Canggih Yang Bernilai Kira-Kira 750 Miliar Rupiah.

Bayangkan, Hanya Untuk Membuat Sebuah Alat Yang Berfungsi Seperti Mata Kita!! Berarti Mata Kita Saja Seharga 750 Miliar! Gimana Yang Lain? Jantung, Paru-Paru, Ginjal, Otak, Syaraf-Syaraf...
Ohh..

Jadi, Berapa Saya Harus Menawar?

Jumat, 24 Desember 2010

BONEKA UNTUK ADIK

Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah-hadiah yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan waktu lama, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju"

Walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan, dan di sana aku terkaget-kaget dengani harga-harga, berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.

Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di dekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?'

Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang.' Kemudian Perempuan itu meminta anak itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki2 itu masih menggenggam boneka itu di tangannya.

Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia ingin memberikan boneka itu.'Ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada Natal ini. Ia yakin Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya' Aku menjawab mungkin Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan khawatir.

Tapi anak laki2 itu menjawab dengan sedih.

“Tidak, Santa Claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat dimana adikku berada saat ini. Aku harus memberikan boneka ini kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama sampai di sana.”

Mata anak laki-laki itu begitu sedih ketika mengatakan ini, “Adikku sudah pergi kepada Tuhan. Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku.'”

Jantungku seakan terhenti.

Anak laki-laki itu memandangku dan berkata: “Aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu hingga aku pulang dari supermarket.”

Kemudian ia menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: “Aku juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku.”

Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam.

Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan dan berkata kepada anak itu.

“Bagaimana jika kita periksa lagi, kalau-kalau uangmu cukup?”

“Ok”, katanya.

“Kuharap punyaku cukup.”

Kutambahkan uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. Ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah sisa.

Anak itu berseru: “Terima Kasih Tuhan karena memberiku cukup uang”

Kemudian ia memandangku dan menambahkan: “Kemarin sebelum tidur aku memohon kepada Tuhan untuk memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan aku. Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih.Kau tahu, mamaku suka mawar putih”

Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus anak itu dari pikiranku.

Kemudian aku ingat artikel di koran lokal 2 hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak laki2 ini?

Dua hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di Koran bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang-orang untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan.

Wanita itu di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki-laki dan boneka itu ditempatkan di atas dadanya.

Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki-laki itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk dibayangkan. Dalam sekejap mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.

LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.

Kamis, 23 Desember 2010

DAMAI DI BUMI DAMAI DI HATI

Pada tahun 1914 ada sebuah kisah menarik yang terjadi di malam Natal. Saat itu terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyiapkan kado-kado, bernyanyi dan menikmati sukacita serta hidangan yang enak.

Tapi kali ini mereka berada jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Salju yang turun menambah dinginnya udara malam dan dinginnya hati mereka.

Perut lapar, pakaian yang basah, dinginnya udara dan tempat tinggal yang becek serta ketidaknyamanan suasana perang merupakan satu harmoni yang semakin menghilangkan semangat untuk mengangkat senjata. Ada satu kerinduan untuk duduk bersama keluarga didepan perapian sambil mengunyah kue-kue yang lezat.

Seorang prajurit yang tertembak merintih menahan sakit, sementara yang lain menggigil kedinginan. Pimpinan mereka pun malam itu tidak seperti biasanya. Ia kelihatan sangat bersedih, menangis teringat akan anak dan isterinya. Entah kapan mereka akan pulang dan berada ditengah orang-orang yang mereka kasihi.

Mereka semua diam membisu selama beberapa jam, tetapi tiba-tiba nampak cahaya kecil yang bergerak-gerak dari arah pasukan Jerman. Ternyata ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkatnya keatas agar kelihatan. Ia melakukan itu sambil mengalunkan lagu "Stille Nacht, Heilige Nacht" atau lagu "Malam Kudus".

Alunan lembut lagu itu membuat hati para prajurit pilu karena mereka teringat suasana Natal ditengah-tengah keluarga. Prajurit Jerman yang menyanyikan lagu itu ternyata adalah seorang penyanyi tenor opera terkenal sebelum dikirim ke medan perang.

Sambil menyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyiannnya sehingga musuh dapat melihatnya. Ia ingin menyampaikan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu berbagi kasih dan damai. Prajurit tersebut bersedia mengorbankan nyawanya, ia bersedia ditembak oleh musuh karena mereka pasti bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi, apakah yang terjadi?

Satu per satu dari masing-masing pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi. Mereka berkumpul bersama dan air mata tidak tertahankan. Seorang prajurit Inggris musuh bebuyutan Jerman malah mengiringi nyanyian tersebut dengan sebuah alat musik tiup yang dibawanya.

Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian didalam kebersamaan. Mereka semua bersama-sama menyanyi dalam bahasa mereka masing-masing, dilanjutkan lagi dengan lagu "Hai Mari Berhimpun".

Mereka yang tadinya adalah musuh yang berusaha saling membunuh, kini merasakan aliran damai Natal. Mereka bersama-sama menyembah dan bersyukur atas kelahiran Juruselamat.

Saudaraku terkasih,

Saat ini, jika masih ada luka, kekecewaan, dan kebencian terhadap seseorang, biarkan kuasa Yesus Sang Juruselamat menyembuhkan serta menggantinya dengan damaiNya!

Lukas 2:14 - "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Efesus 2:17-18 - Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

LORD JESUS bless you and me. Now and forever. Amen.

Senin, 13 Desember 2010

100

Ada seorang pria meninggal dunia dan pergi ke Surga. Di depan pintu gerbang, Petrus menemuinya. Katanya, "Begini... Supaya bisa masuk ke dalam Surga, kamu perlu mendapatkan nilai 100. Kamu sebutkan semua kebaikanmu selama di dunia dan aku akan memberi nilai atas setiap kebaikanmu. Begitu kamu mencapai nilai 100, silakan masuk."

"Baik," kata pria itu, "Saya menikahi seorang wanita yang sangat aku cintai. Saya tidak pernah selingkuh, bahkan memikirkan soal itu saja tidak pernah."

"Luar biasa!" puji Petrus, "Nilainya tiga poin."
"Tiga poin!?" seru pria itu, "Saya juga setiap Minggunya pergi ke gereja dan juga terlibat dalam pelayanan. Hampir tidak pernah absen!"

"Bagus!" puji Petrus lagi, "Satu poin untukmu!"

"Satu!?" seru pria itu, tidak percaya, "Kalau ini? Saya mengabdikan hidup saya untuk bekerja sebagai seorang juru masak di medan perang untuk para tentara dan korban perang."

"Dua poin untukmu!" seru Petrus sambil tersenyum.

"Dua poin?!" seru pria itu kecewa. "Sedikit sekali nilainya! Kalau begini caranya, saya hanya akan bisa masuk Surga kalau Allah bermurah hati padaku untuk mengijinkanku masuk!!"

"Persis! Sekarang, silakan masuk!" kata Petrus.

Roma 9:16
"Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. "

HAVE A BLESSED REST.
GOOD NIGHT.
SLEEP TIGHT.
JESUS LOVE U ALL

Jumat, 10 Desember 2010

"Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya."

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.

Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.

Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.

Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.

Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.

Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."

Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.

Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju." Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.

Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. (Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)

Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda.(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... " (Pengkotbah 3:11)

Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri. Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu....

(^__^).......GBU all