Sabtu, 07 Mei 2011

BATU DAN MUTIARA

Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanannya.

Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak. Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati batu itu. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut, mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali.

Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. “Tuan begitu baik padaku, setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman”. Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta”. Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada.

Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya. Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu. Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia.

Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaannya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu “Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian ? Mengapa engkau mengecewakan aku ?”

Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, kamu telah kupungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh ? Mengapa engkau berkeluh kesah ? Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu ? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku ? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali”.

Mengertikah apakah maksud cerita di atas ? Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat ? Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu ? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita ? Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau ? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

Ingatlah Yer 29:11 Bukankah Aku ini mengetahui rencana-rencanaKu kepadamu ? Yaitu rencana keselamatan dan bukannya rencana kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari esok yang penuh harapan. dan ingatlah akan ayat 12: Maka kamu akan berseru dan datang kepadaKu untuk berdoa dan Aku akan mendengarkan kamu.

PASKAH

Paskah merupakan perayaan tertua di dalam gereja Kristen, penghubung antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Paskah menunjuk pada Perjamuan Kudus, yang didasari dari Perjamuan Malam, perjamuan perpisahan antara Yesus dan murid-murid Yesus.

Pada malam itu sebelum Yesus dihukum mati, Yesus memberikan makna baru bagi Paskah Yahudi. Roti dilambangkan sebagai tubuh Yesus dan anggur dilambangkan sebagai darah Yesus, yaitu perlambangan diri Yesus sebagai korban Paskah.

Rasul Yohanes dan Pauluslah yang mengaitkan kematian Yesus sebagai penggenapan Paskah Perjanjian Lama (Yesus wafat pada saat domba-domba Paskah Yahudi dikorbankan di Bait Allah). Kematian dan kebangkitan Yesus inilah yang kemudian diasosiasikan dengan istilah Paskah dalam kekristenan.

Karena Paskah dirayakan oleh gereja-gereja Kristen dengan suatu Perjamuan Kudus, maka sakramen tersebut dapat pula disebut sebagai Perjamuan Paskah Kristen, atau Perjamuan Kudus Jumat Agung, yang berbeda dari Perjamuan Paskah Yahudi.

Banyak gereja Kristen saat ini merayakan perjamuan tersebut lebih dari setahun sekali agar jemaat gereja selalu diingatkan akan peristiwa Paskah.

Gereja mula-mula memperingati peristiwa kebangkitan Yesus dengan perjamuan sederhana dan berdoa. Kemudian dalam perjalanan misinya, Paulus terus mengingatkan jemaat gereja mula-mula akan pentingnya peristiwa kebangkitan Yesus dan perkataan Yesus pada waktu Perjamuan Malam Terakhir.

Orang Kristen Yahudi terus merayakan Paskah Yahudi, namun mereka tidak lagi mengorbankan domba Paskah karena Kristus dianggap sebagai korban Paskah yang sejati.

Pada kekristenan ritus Latin (Barat), Paskah menandai berakhirnya masa Pra-Paskah, yaitu 40 hari (tidak termasuk hari Minggu) menjelang Minggu Paskah. Sepekan sebelum Minggu Paskah disebut sebagai Pekan Suci.

Hari Minggu sebelum Minggu Paskah, yaitu hari pertama Pekan Suci, adalah hari Minggu Palem yang memperingati masuknya Yesus ke kota Yerusalem menaiki seekor keledai.

Tiga hari terakhir sebelum Minggu Paskah disebut sebagai Kamis Putih atau Kamis Suci, Jumat Agung, dan Sabtu Suci atau Sabtu Sunyi, yang ketiganya sering disebut sebagai Trihari Suci atau Triduum Paskah; Kamis Putih memperingati Perjamuan Malam terakhir Yesus, Jumat Agung memperingati kematian Yesus, dan Sabtu Suci memperingati hari pada saat Yesus di dalam kuburan.

Banyak gereja yang mulai merayakan Paskah semalam sebelumnya, yaitu dengan kebaktian Malam Paskah. Pada beberapa negara, Minggu Paskah dirayakan selama dua hari hingga Senin Paskah, dan hari-hari dalam sepekan setelah Minggu Paskah, yang disebut dengan Pekan Paskah, masing-masing diberi akhiran Paskah, seperti "Selasa Paskah", "Rabu Paskah", hingga Oktaf Paskah, yaitu hari Minggu setelah Minggu Paskah. 40 hari (yang kemudian diperpanjang menjadi 50 hari atau 7 minggu) setelah Paskah biasa disebut dengan masa Paskah yang diakhiri dengan hari Pentakosta (hari ke-50).

Pada kekristenan ritus Oriental (Timur), masa persiapan Paskah dikenal dengan nama masa Puasa Besar dan dimulai sejak Senin Bersih selama 40 hari (termasuk hari Minggu). Pekan terakhir dalam masa persiapan itu disebut dengan Pekan Palma, yang berakhir dengan hari Sabtu Lazarus. Sehari setelah itu adalah Minggu Palma, Pekan Suci, lalu Minggu Paskah.

Pada Sabtu tengah malam menjelang Minggu Paskah perayaan Paskah resmi dimulai, yang terdiri atas Matins, Jam-jam Paskah, dan Liturgi Surgawi Paskah; dengan demikian liturgi tersebut dijamin merupakan liturgi pertama Minggu Paskah, sesuai gelarnya sebagai festum festorum - perayaan dari semua perayaan.

Pekan setelah Minggu Paskah disebut sebagai Pekan Terang, sedangkan masa setelah Minggu Paskah hingga Minggu Para Orang Kudus (hari Minggu setelah Pentakosta) disebut sebagai Pentakostarion.

Di dalam gereja-gereja Kristen, terutama ritus Latin, perayaan dimulai pada hari Jumat Agung. Gereja-gereja biasanya menyelenggarakan kebaktian pada hari tersebut, umat Katolik Roma biasanya juga berpuasa pada hari ini. Kebaktiannya diliputi dengan perasaan duka karena memperingati sengsara penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib.

Gereja-gereja Protestan biasanya melanjutkan kebaktian dengan sakramen Perjamuan Paskah untuk memperingati Perjamuan Malam Terakhir Yesus; lagu-lagu sendu seperti "Jangan Lupa Getsemani" juga dinyanyikan.

Sang pastor atau pendeta kadang-kadang memberikan kotbah singkat. Gereja-gereja Katolik Roma biasanya tidak melakukan sakramen Perjamuan Kudus pada hari ini, sakramen pengakuan dosa dan pengurapan orang sakit.

Pada hari Sabtunya gereja-gereja Katolik dan beberapa gereja Anglikan dan Lutheran juga menyelenggarakan kebaktian malam Paskah. Dalam kebaktian itu sebuah lilin Paskah dinyalakan untuk melambangkan Kristus yang bangkit; Exultet atau proklamasi Paskah dinyanyikan; ayat-ayat Alkitab dari Perjanjian Lama yang menceritakan keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan nubuatan tentang Mesias dibacakan.

Bagian kebaktian ini mencapai puncaknya dengan menyanyikan Gloria dan Alleluia, dan Injil tentang kisah kebangkitan dibacakan. Sama seperti kebaktian Jumat Agung, sang pastor atau pendeta kadang-kadang juga menyampaikan kotbah sesudah pembacaan Alkitab.

Bagi gereja Katolik Roma, malam ini biasanya juga digunakan untuk sakramen baptisan kudus, malam penerimaan anggota jemaat gereja yang baru.

Untuk anggota jemaat yang lain, mereka juga menerima percikan air suci sebagai lambang perbaruan iman kepercayaan mereka. Kebaktian pada gereja-gereja Katolik Roma kemudian dilanjutkan dengan sakramen Konfirmasi. Kebaktian kemudian diakhiri dengan sakramen Ekaristi.

Umat Protestan biasanya menggabungkan kebaktian malam Paskah dengan kebaktian Minggu pagi, yaitu mengikuti kisah di Injil yang menceritakan para wanita yang datang ke kubur Yesus pada pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu.

Ada gereja yang menyelenggarakannya pada sekitar subuh (kebaktian subuh), dan biasanya dilangsungkan di luar ruangan seperti halaman gereja atau taman di dekat gereja, namun banyak pula yang merayakannya setelah matahari terbit. Kebaktian Minggu untuk memperingati kebangkitan Yesus ini (baik bersama-sama atau berbeda dari kebaktian subuh tersebut) dirayakan dengan sikap penuh sukacita, termasuk lagu-lagu yang dinyanyikan juga lagu yang bernuansa kemenangan.

Gereja-gereja yang cukup besar ada yang menggunakan instrumen-instrumen tiup (terompet, dll) untuk melengkapi instrumen-instrumen yang biasa digunakan. Kebanyakan gereja juga mendekorasi ruang ibadah dengan hiasan-hiasan dan bunga-bungaan (contohnya Bakung Paskah).

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Paskah

KESAKSIAN JUM'AT AGUNG

Aku tidak berasal dari sini. Benar-benar tidak. Sorga adalah tempat terakhir yang aku harapkan bisa berada setelah semua yang aku lakukan.

Ijinkan aku menceritakan kisahku.

Aku – dulu – adalah seorang perampok bersenjata, kurasa demikian kamu menyebutnya. Aku dan Jake dan juga yang lainnya tinggal di goa di perbukitan Yudea dekat jalan Yerusalem menuju Yerikho. Kami hidup dari kejahatan. Kami tidak menyerang orang yang pergi berkelompok dalam jumlah besar. Mereka yang bepergian dalam kelompok akan aman. Tetapi jika pergi hanya satu keluarga, adalah sesuatu yang mudah, sama bodohnya dengan mereka yang melakukan perjalanan seorang diri.

Melakukan kekerasan adalah cara yang biasa kami lakukan. Mereka akan kami pukuli hingga mereka menyerah tanpa perlawanan. Tapi aku telah mematahkan beberapa tulang orang selama hidup, Tuhan mengampuniku. Aku sebenarnya belum pernah benar-benar membunuh seseorang, tetapi aku juga tidak pernah tinggal cukup lama untuk memperhatikan korbanku tewas atau tidak.

Pertama kali aku bertemu Yesus adalah ketika aku di undang ke sebuah pesta untuk menghormatinya di Yerikho di rumah pemungut pajak yang kaya bernama Zakheus. Aku memperkenalkan diri, kami berjabat tangan, dan Yesus memandangku mata bertemu mata selama sesaat. Dia dapat melihat diriku dengan jelas, siapa aku sebenarnya,

setiap kejahatan yang telah aku buat. Kemudian Dia tersenyum, sebuah senyum besar yang bersahabat. “Kamu tahu,” kata-Nya, “Ada pengampunan bagimu di dalam kerajaan-Ku. Bagaimana dengan itu?”

Aku memandang ke bawah, tidak mengatakan apapun, dan berbalik pergi. Hari berikutnya aku ada di antara kerumunan, mendengarkan setiap kata yang Dia katakana. Yesus berbicara tentang kerajaan-Nya, membandingkannya dengan biji sesawi, menyebutnya sebagai Kerajaan Sorga. Aku ingin sekali datang kepadanya dan berhenti dari semua yang telah ku perbuat lalu menerima pengampunannya, tetapi aku tidak bisa melakukannya.

Aku berharap bisa. Hal ini tidak terlalu lama sebelum aku dan temanku Jake – orang ketiga yang di salib – ditangkap oleh tentara patroli Romawi. Yang lain berhasil melarikan diri, tapi mereka menangkap kami dan memukuli kami lalu membawa kami ke Yerusalem dan melemparkan kami ke penjara. Tidak ada kasih karunia bagi orang seperti kami.

Lalu hal ini terjadi di hari yang sama Yesus di salibkan, mereka menyalibkan aku dan Jake – salah satu dari kami di kiri dan kanan-Nya. Ini bukanlah penyaliban sebagaimana biasanya. Banyak orang yang datang di sana karena Yesus. Orang Farisi yang sombong mengolok-olok Dia. “Jika Engkau Mesias, “ salah satu menyeringai, “turunlah dari salib itu. Jika kamu penyelamat, selamatkanlah diri-Mu sendiri – jika kamu bisa!”

Jake juga ikut-ikutan mengejek juga, kamu bisa membayangkannya. Aku berteriak kepadanya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

Jake akhirnya diam dan orang-orang Farisi sudah tidak tertarik lagi. Tetapi aku tidak bisa menghilangkan kejadian di Yerikho itu dari pikiranku. Aku tidak bisa melupakan pandangan mata Yesus, kata-kata-Nya, dan juga undangan-Nya. Jadi aku memanggil-Nya, sekalipun sangat sulit untuk bernafas dan berbicara membuatku merasa sangat tersiksa.

“Yesus!” kataku. Dia memalingkan wajah-Nya kepadaku. “Yesus, aku pernah di Yerikho. Aku bertemu dengan-Mu di pesta di rumah Zakheus. Ingat?”

Dia melihatku sesaat lalu menganggukkan kepalanya pelan. Dia ingat.

“aku tidak pernah lupa apa yang Engkau katakan. Aku ingin berkata ‘ya’, tapi aku tidak bisa. Dan kini lihatlah padaku – lihatlah dimana kita sekarang.”

Dia dalam kondisi yang sangat buruk – kelelahan, menahan sakit luar biasa, dan juga susah bernafas. Dia tidak akan bisa bertahan lama. Aku bisa melihatnya. Tapi entah aku bisa melihat jauh dari semua itu. Dia adalah Mesias, Dialah Mesias, tidak peduli apa yang para imam dan orang Roma dan juga orang Farisi lakukan kepada-Nya.

Dan ketika Dia mati, Dia akan bersama dengan Tuhan. Dalam beberapa jam lagi, mungkin kurang, hal itu akan terbukti. Dia akan memerintah dalam kerajaan yang pernah Ia ceritakan.

“Yesus,” aku memanggil-Nya lagi, lebih pelan sekarang.

Dia membuka mata-Nya. Mata yang sama, tatapan yang sama, penuh kasih, dan mata yang tulus.

“Yesus,” kataku, “ketika kamu masuk dalam kerajaan-Mu, maukah Engkau mengingat aku?”

Ia bekerja keras untuk menjawab, bibir-Nya kering, tapi aku bisa mendengar-Nya dengan jelas. “Aku berkata kepadamu,” suaranya mengeras, lalu menguat sesaat, “sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Mata-Nya meredup. Kondisi-Nya menurun dengan cepat. Tetapi aku percaya kepada-Nya. Sungguh! Itulah yang membuat aku bisa melalui beberapa jam selanjutnya hingga mereka mematahkan kakiku untuk membunuhku. Aku percaya kepada-Nya!

Dan kemudian aku menemukan diriku di sorga, di Firdaus. Aku tahu bahwa aku tidak layak berada disini, tapi bagaimanapun juga aku telah disini. Aku pikir itulah bagaimana seorang pria seperti aku dapatkan ketika Sang Raja sendiri menganugrahkan pengampunan. Pengampunan penuh. Sangat luar biasa, bukankah begitu?
--------------------

(Yohanes 3:16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

For God so greatly loved and dearly prized the world that He gave up His only begotten Son, so that whoever believes in Him shall not perish but have eternal life.


(1 Yohanes 4:9) Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

In this the love of God was made manifest where we are concerned: in that God sent His Son, the only begotten or unique, into the world so that we might live through Him.

LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.


Sumber : Dr. Ralph F. Wilson/Joyfullheart.com

"Segelas air susu yang mengharukan."

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, 'berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?' Wanita itu menjawab: 'Kamu tidak perlu membayar apapun'. 'Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan' kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :' Dari dalam hatiku aku berterima kasih banyak pada anda.'

Setelah sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut , menjadi tua dan mengalami sakit yang sangat serius dan kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. . . Wanita itu sembuh..!! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. .

Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..

'Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu...' tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: 'Tuhan, terima kasih, bahwa cintaMU telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.'

Selasa, 03 Mei 2011

BAHASA ROH

Karunia bahasa roh ini merupakan manifestasi / pernyataan kuasa dan kehadiran Allah yang memampukan seseorang secara adikodrati untuk menyampaikan pesan Tuhan dalam suatu bahasa yang tidak dikenalnya, untuk umat Allah yang hadir. Mengenai karunia bahasa roh ini akan dibahas sebagai berikut:

1. Pengertian Bahasa Roh.

Bahasa roh berasal dari kata Yunani glossa yang berarti suatu bahasa atau lidah dan lalein yang berarti berbicara atau berkata-kata. Dalam bahasa Inggrisnya menggunakan istilah tongue untuk kata glossa dan speaking untuk lalein. Istilah lengkap dalam bahasa Inggris adalah speaking in tongues. Sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti berbicara dalam bahasa lidah (Sumakud, 2005:8).

Dalam Perjanjian Baru bahasa roh adalah gejala yang sangat biasa, bahwa orang yang dipermandikan dalam Roh Kudus mulai berbicara dalam bahasa roh. Bahasa roh ini merupakan tanda yang paling mudah untuk mengenali, apakah seseorang itu telah menerima Roh Kudus atau belum (Kis.2: 1-4, Kis.10: 44-47, Kis.!9:6, dll). Berbahasa roh itu adalah sesuatu yang amat wajar, dan merupakan hal yang amat biasa dalam Perjanjian Baru. Karunia bahasa roh ini diberikan bukan kepada orang yang sudah sempurna atau telah mencapai suatu kematangan rohani tertentu, melainkan justru diberikan kepada setiap orang, bahkan orang yang baru dipermandikan dan yang belum banyak pengetahuan agama atau imannya. Ingat! Bahasa roh itu merupakan salah satu tanda bahwa seseorang itu telah menerima Roh Kudus. Karena masih ada tanda lain lagi dan bahkan lebih penting yaitu Buah Roh Kudus (Gal.5: 22-23).

2. Dasar Kitab Suci.

”lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, (Kis. 2: 4)

”Mereka bingung…mendengar Rasul2 itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri (Kis.2: 6)

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya, …(Mrk. 16: 17- 18).

“sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah (Kis.10: 46).

“…dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan berbubuat” (Kis. 19: 6).

“…berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kpd Allah (I Kor.14: 28).

Dll.

3. Ada 3 Jenis dalam Karunia Bahasa Roh.

A. Karunia mukjizat / Karunia berkata-kata dalam bahasa asing (Kis.2: 6-11, I Kor.14:22)

berbagai macam orang yang hadir di Yerusalem pada waktu Pentakosta, mereka mendengar para Rasul berkata-kata dalam bahasa yang dipakai di negeri asalnya, misalnya, misalnya yang hadir, ada oarng Partia, Media, Elam, Kapadokia,…Mesir dan daerah sekiarnya. Selain itu juga hadir orang penganut agama Yahudi, orang Kreta dan juga orang Arab.

B.Berupa pesan, untuk karunia ini harus ada yang menafsirkan (I Kor.14: 26-27), dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pesan Allah yang berupa nubuat ini disampaikan dalam bentuk kata-kata bahasa roh, yang perlu ditafsirkan agar orang-orang mendengarkan pesan itu dapat mengerti.

C. Berupa Doa, mengenai hal ini ada dua sifat, yaitu: 1). didoakan secara lantang (tidak didoakan dalam hati), dan (2) tidak verbal atau tidak dimengerti (I Kor. 14: 2). Doa dalam bahasa roh ini dapat disampaikan dengan kata-kata yang dapat didengar oleh orang-orang yang hadir, tetapi tidak dimengerti (non verbal), dan doa ini juga dapat disampaikan secara diam (dalam hati).

4. Perbedaan Karunia Berdoa Dalam Roh Dengan Karunia Berkata-kata Dalam Bahasa Roh.

Karunia berdoa dalam roh

a. Bersifat tetap, maksudnya karunia ini dpt diperoleh seseorang dan sejak saat itu karunia tersebut berada dalam dirinya dan dapat digunakan setiap saat, kapan saja, dan seturut kehendaknya.

b. Cara memperolehnya pada umumnya berawal dari pada saat seseorang mengalami pencurahan Roh Kudus (namun demikian karunia bahasa roh ini tidak selalu diterima pada waktu pencurahan Roh Kudus), tetapi pada saat seseorang mengintensifkan kualitas hidup rohaninya, misalnya pada saat menerima sakramen inisiasi.

c. Pada umumnya karunia ini diberikan kepada setiap orang Kristen, terutama jemaat yang membuka hatinya. Karunia ini merupakan karunia doa yang memampukan seseorang untuk masuk ke dalam kontemplasi yang mendalam.

d. Pada umumnya karunia ini merupakan karunia doa; doa pujian, ucapan syukur dan doa permohonan.

e. Karunia ini lebih bersifat personal, untuk pertumbuhan, dan membangun relasi pribadi dengan Tuhan.Jadi tidak perlu ada penafsiran.

Karunia berkata-2 dengan bahasa roh.

a. Bersifat tidak tetap (sementara atau sesaat), artinya hanya pada saat-saat tertentu saja, di mana Allah berkenan menyatakannya.

b. Jemaat yang sudah dewasa rohaninya, yang membuka hati guna dipakai Tuhan untuk menyamnpaikan SabdaNya.

c. Pada umumnya karunia ini hanya diberikan pada jemaat yang sudah dewasa rohaninya, karena mereka sudah lebih peka dan lebih mampu membedakan mana gerakan Roh, dan mana yang bukan!

d. Lebih bersifat nubuatan artinya karuinia ini lebih merupakan pernyataan Sabda Allah.

e. Pada umumnya disampaikan dalam persekutuan doa (PD), ditujukan pada jemaat yang hadir untuk; menghibur,mengajar, pertumbuhan rohani jemaat, dan lain-lain

5. Penggunaan Karunia Bahasa Roh.

a. Karunia doa pribadi (I Kor. 14: 2, 4).

Dalam I. Kor.14: 2 disebutkan bahwa siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sedangkan dalam I Kor.14: 4, dikatakan bahwa siapa berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, dan pada saat seseorang berdoa dalam bahasa roh, maka rohlah yang berdoa dan akal budi tidak turut berdoa (I Kor. 14: 14, Bandingkan juga dengan Roma 8: 26-27).

b. Menyanyi dalam roh (I Kor. 14: 15).

Karunia ini merupakan karunia doa pujian, yang seringkali diwujudkan dalam bentuk nyanyian yang disebut menyanyi dalam roh atau disebut juga bersenandung dalam roh. Dalam I Kor. 14: 15 Paulus menulis bahwa selain ia berdoa dengan akal budi, dia juga akan menyanyi dan memuji Allah dalam rohnya.

c. Dalam wujud bahasa malaikat (I Kor. 13: 1).

Berdoa dalam bahasa roh seringkali berbentuk kata-kata yang disampaikan pada Allah tetapi tidak dimengerti oleh yang mendoakan ataupun orang lain yang mendengarnya, hal inilah yang disebut berkata-kata dengan bahasa malaikat. (Bandingkan I Kor. 14: 2).

d. Berkata-kata dalam bahasa roh (I Kor.14: 26-28).

Berkata-kata dengan bahasa roh, seringkali juga dimksudkan sebagai karunia bernubuat, yang mana dalam hal ini orang yang mengucapkan kata-kata tersebut tidak mengerti apa yang dikatakan dan yang mendengar juga tidak mengerti, maka untuk itu dibutuhkan karunia penafsiran. Karunia berkata-kata dalam bahasa roh ini harus ditafsirkan karena kata-kata berupa pesan yang disampaikan berguna untuk membangun jemaat. (I Kor. 14: 4).

6. Manfaat Bahasa Roh.

a. Doa dalam bahasa roh sangat bermnanfaat untuk memuji Allah secara lebih mantap dan konsisten, serta mendalam (Kontemplasi).

b. Berdoa dalam bahasa roh yang bersifat adikodrati ini dapat membantu dan memyemangati seseorang untuk memenuhi panggilan Allah guna berdoa secara terus-menerus.

c. Berdoa dalam bahasa roh menjadikan seseorang yang secara teratur/ tekun mendoakannya semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.

d. Merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif.

e. Memberi perasaan tenang, damai, dan hening terutama pada saat seseorang dalam keadaan sedih atau bingung.

f. Doa dalam bahasa roh merupakan suatu bentuk doa permohonan yang sangat efektif terutama pada saat seseorang tidak tahu secara pasti apa yang harus didoakan, misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya.

g. Dan lain-lain.

7. Cara Memperolehnya.

a. Bekerjasama antara manusia dengan Roh Kudus.

b. Menyingkirkan halangan, dan melakukan faal iman, dasn percaya Tuhan memberikannya.

c. Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!

d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!

“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”

Sumber Referensi:

Kitab Suci

Bahan Retret Pengembangan Karunia, Kamis s.d. Minggu, 19 s.d. 22 Nopember 1992, Ngadireso – Tumpang, Malang.

Bertumbuh dalam Karunia-karunia Roh Kudus, Sebuah Buku Panduan yang disusun oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus.

Kemitraan Allah dengan Manusia, Rteret Imam Sumatera III, 1998 oleh Fr. Fio Mascarenhas, SJ.

Pembaharuan Karismatik Katolik, Buku Pegangan Untuk Para Pemimpin dan Peminat PKK, 1996 Fr. Fio Mascarenhas, SJ., terjemahan Rm. F.X. Soekarno, OSC.

Aneka Karunia, Satu Roh Surat Gembala Mengenai Pembaharuan Karismatik Katolik

Konferensi Waligereja Indonesia, 2006

Karunia Sabda Pengetahuan, Penuntun Praktis Pemecahan Masalah Kehidupan, oleh Fr. Robert DeGrandis, S.S.J. 1993

Discerment, Karunia Membeda-bedakan Roh, oleh Rm. L. Sugiri v.d. Heuvel, SJ dan Rm. B. S. Mardiatmadja, SJ, 2006.

Mungkinkah Karismatik Sungguh Katolik? Sebuah Pencarian, oleh Rm. Deshi Ramadhani, SJ. 2007.

The Gift of Tongues, Fr. Robert DeGrandis, S.S.J, USA., 1983.

Suara-Suara Surgawi, Sumakud, Hendra Ignatius, A. Centra Print, 2005.

Glossa, DR. Yohanes Indrakusuma, O.Carm, Batu, 1979.

FOTO DI ATAS MEJA

Seorang artis pencandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakan nya sehingga dia merasa sangat putus asa. "Aku berdosa', katanya. "Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka."

Temannya ini meihat ada sebuah potret gadis kecil yang cantik dan lucu dengan figura indah di atas meja kecil di samping tempat tidur sang artis. Lalu dia bertanya,"Foto siapa ini?"

Mendengar pertanyaan itu, si artis bangkit semangatnya dan menjawab dengan antusias, " Itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah yang aku miliki."

"Apakah kamu akan menolongnya jika dia mendapat kesulitan atau apakah kamu memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan. Apakah kamu masih menyayanginya?", tanya sang teman.

"Tentu saja," jawab sang artis. "Aku akan melakukan apapun demi dia. Mengapa kamu bertanya seperti ini?"

"Saya ingin kamu tahu bahwa Allah juga punya foto dirimu di atas mejanya."

Sang artis tersentak. Sudah lama ia tidak mendengar kata Allah dan bahkan tidak pernah mengucapkannya.

Saudara, mengapa kita sering menghakimi diri kita sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, dengan pikiran-pikiran yang jelek? Kalau kita saja menghakimi diri sendiri seperti itu, bagaimana dengan orang lain? Apakah kita lupa, bahwa kita ini milik kepunyaan Allah? Apakah kita lupa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membuktikan kepada kita bahwa kita ini berharga dan mulia. Kita sangat sangat dikasihi-Nya. Seburuk apapun kesalahan dan pelanggaran kita, Allah mau mengampuninya. Kasih-Nya menutupi semuanya. Kasih-Nya tulus, yang dibuktikanNya dengan datang sebagai Bayi kecil, kemudian Dia mencurahkan darah-Nya untuk menebus kita dan menguduskan kita sekali untuk selamanya. Dia bukan hanya mempunyai foto diri kita, tapi juga keseluruhan hidup kita. Kita harus bersyukur karena kita terpahat ditanganNya.

(Sumber : Buku Hikmat Dari Tuhan Tentang Kehidupan)


TUHAN MEMBERKATI.
Dr. Masaru Emoto San dalam bukunya (Efek kesehatan dari pikiran negatif).

Jika sering membiarkan diri kita stress maka kita akan mengalami
gangguan pencernaan.
Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.
Jika mudah tersinggung maka kita akan terkena insomnia (susah tidur).
Jika sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.
Jika sering membiarkan rasa takut yg berlebihan, akan mudah terkena penyakit ginjal.
Jika suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna).
Jika suka marah bisa sakit
hepatitis.
Jika sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas melemah.
Jika sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula).
Jika sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis (memori & kontrol fungsi tubuh berkurang).
Jika sering bersedih, bisa menderita leukemia.

Maka dari itu, mari kita pelihara hati yg gembira, bersyukur dan selalu "Positive Thinking"

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang
Amsal 17:22