Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun lalu di USC (University of Southern California). Di sana ada seorang profesor filosofi yang mengaku atheis.
Tujuan utamanya selama kelas semester adalah berusaha membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Para mahasiswanya selalu takut untuk berargumentasi dengan dia karena logikanya yang sangat masuk akal.
Telah 20 tahun berselang ia mengajar kelasnya dan tidak seorang pun berani menentangnya. Beberapa mahasiswa memang pernah mencoba, tapi tidak seorangpun berhasil karena reputasinya.
Di akhir setiap semester, pada hari terakhir, dia selalu berkata di hadapan 300 orang mahasiswanya, "Bila ada yang masih percaya pada Yesus, silahkan berdiri!" Selama duapuluh tahun, tidak seorang pun yang berani berdiri.
Mahasiswanya sudah tahu apa yang akan dilakukan profesor tersebut selanjutnya ia akan berkata, "Siapapun yang percaya pada Tuhan adalah seorang yang tolol. Bila Tuhan memang ada, Ia mampu memberhentikan kapur ini jatuh mengenai lantai dan tidak pecah. Contoh sederhana untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, dan memang Ia tidak dapat melakukannya."
Dan setiap tahun, profesor tersebut menjatuhkan kapur ke lantai dan kapur itu pecah menjadi ratusan potongan. Semua mahasiswanya tidak dapat berbuat apa-apa selain diam dan menyaksikannya. Kebanyakan mahasiswanya terlalu takut untuk berdiri.
Beberapa tahun kemudian seorang mahasiswa muda mendaftarkan diri pada kelas profesor tersebut. Ia adalah seorang Kristen dan sudah mendengar cerita tentang bakal profesornya. Ia wajib mengikuti kelas profesor tersebut dan dia merasa gentar menghadapinya.
Untuk 3 bulan semesternya, ia berdoa setiap pagi supaya ia dimampukan untuk berdiri, apapun yang akan dikatakan profesor dan yang dipikirkan oleh rekan-rekannya. Tidak ada yang dapat melemahkan imannya, ia hanya berharap.
Akhirnya hari terakhir itu tiba. Profesor tersebut berkata, "Bila ada di antara anda yang masih percaya pada Tuhan, silahkan berdiri."
Profesor dan 300 orang mahasiswanya terkejut melihat seorang mahasiswa muda yang berdiri di bagian belakang kelas.
Profesor tersebut berteriak,"Anda bodoh !!! Bila Tuhan benar-benar ada Ia akan mampu mencegah kapur ini pecah saat menyentuh lantai!"
Ia bersiap melepaskan kapur yang dipegangnya.Tapi saat ia melepaskannya, kapur tersebut terlepas dari jarinya dan masuk ke lengan bajunya, meluncur terus ke celananya melewati kakinya hingga ke sepatunya. Saat menyentuh lantai kapur tersebut tidak pecah.
Kesombongan profesor luluh saat ia melihat kapur tersebut. Ia menatap mahasiswa muda tadi dan segera lari dari ruangan kuliah.
Mahasiswa yang berdiri tadi, berjalan ke depan kelas dan berbagi iman tentang Yesus selama 30 menit. Tiga ratus mahasiswa bertahan dan mendengarkan saat ia menceritakan kasih Tuhan untuk mereka dan KuasaNya melalui Yesus.
"Stand Up for Jesus! "Ye soldier of God ! "MULIAKAN NAMA YESUS KRISTUS DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI"
(Kisah Para Rasul 16:31) Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
--------------------------
LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
Sumber: http://www.pondokrenungan.com/
Sabtu, 18 Juni 2011
PAHLAWAN IMAN : NICK VUJICIC
Nick lahir dari keluarga Kristen Serbia di Melbourne, Australia, pada 4 Desember 1982. Nick lahir dengan gangguan tetra-amelia langka. Tetra-amelia adalah kelainan kongenital sangat jarang.
Ibu Nick berumur 25 tahun ketika hamil anak pertamanya itu. Dia adalah seorang bidan dan bekerja sebagai perawat pediatrik di ruang bersalin di mana dia merawat ratusan ibu dan bayi mereka.
Ibu Nick tahu apa yang harus ia lakukan sementara dia hamil, mengawasi dietnya, berhati-hati tentang obat-obatan, dan tidak mengonsumsi alkohol, aspirin, atau pembunuh nyeri lainnya. Dia pergi ke dokter terbaik dan dokter meyakinkan segalanya berjalan lancar.
Masa kehamilan yang lancar dan tidak ada riwayat keluarga dengan kondisi fisik demikian, membuat ke dua orang tua Nick, Dushka Vujicic dan suaminya pendeta Borris Vujicic begitu terpukul dan perasaan mereka hancur lebur ketika ketika mereka melihat untuk pertama kali bayi mereka lahir, seorang bayi laki-laki yang tidak sempurna dan abnormal. Seorang anak tanpa tangan dan kaki.
Nick hanya memiliki satu kaki dengan 2 buah jari yang menonjol dari paha kirinya. Ibunya tidak tahan dengan apa yang dilihatnya, Nick lahir tanpa anggota badan.
"Bawa dia pergi," jeritnya histeris. "Saya tidak ingin menyentuhnya atau melihat dia".
Dengan meratap mereka memandangi bayi mungil yang menyedihkan itu dan bertanya-tanya dengan rintihan memilukan, mengapa Tuhan melakukan semua hal yang mengerikan ini kepada mereka, dan terutama pada bayi kecil mereka. Para perawat menangis menyaksikan hal menyedihkan itu. Ibu Nick menangis dan tentu saja Nick kecil juga menangis!
Mereka tidak pernah berpikir bahwa Nick akan hidup sangat lama, tetapi Allah berkehendak lain, Nick tumbuh pesat dan sangat sehat. Namun kecemasan kedua orang tua Nick terus mendera, mereka sangat khawatir, akan masa depan dan perjalanan hidup Nick selanjutnya.
Tidak mempunyai tangan untuk menyentuh, meraba, atau memegang.
Tidak mempunyai kaki untuk berjalan, berlari, menari, atau bahkan berdiri pada kedua kaki. Mengerikan sekali membayangkan masa depan Nick.
Setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun berlalu, mereka menyadari bahwa Tuhan masih memegang kendali dalam hidup mereka dan terus menolong mereka.
Kehidupan Nick dipenuhi dengan kesulitan demi kesulitan sepanjang hidupnya. Dia tidak bisa bersekolah di sekolah anak-anak normal karena cacat fisiknya. Hukum Australia melarangnya bersekolah di sekolah tersebut.
Ibu Nick terus berjuang untuk mengubah hukum dan berkat kegigihan ibunya, Nick akhirnya bisa bersekolah. Dia adalah salah satu siswa cacat pertama yang menuntut ilmu di sekolah umum.
Dia belajar menulis menggunakan dua jari kaki di kaki kirinya. Di sekolah ia selalu diganggu dan diolok-olok oleh teman-temannya dan anak-anak disekolah itu. Nick sangat tertekan. Nick sangat menyadari bahwa dia sangat berbeda secara fisik dengan teman-temannya, tetapi Nick merasa bahwa ia sama sekali tidak ada bedanya secara rohani dengan orang lainnya.
Nick seringkali menyendiri ditengah kesepian dan depresi yang melandanya, dan dalam kesendirian dan keputus-asaannya, dengan berderai air mata dan rintih tangis pilu, ia bertanya mengapa ia berbeda dengan anak-anak lainnya?, mengapa dia adalah orang yang lahir tanpa lengan dan kaki? Dia bertanya-tanya apa tujuan di balik hidupnya, atau apakah ia memiliki tujuan hidup?
Setelah mengalami banyak frustrasi dan merasa dirinya sebagai mahluk yang aneh di sekolah, di usia tujuh tahun Nick mencoba beberapa peralatan elektronik yang dirancang khusus untuk digunakan sebagai lengan, dengan harapan bahwa ia akan lebih seperti anak-anak lain. Selama masa percobaan dengan lengan elektroniknya, Nick menyadari bahwa ia tetap berbeda dengan teman-temannya.
Dan saat kesendiriannya itu Nick selalu berdoa dan memohon dengan sangat kepada Tuhan untuk melakukan mujizat bagi dirinya, membiarkan dia tumbuh menjadi besar seiring dengan tumbuh besarnya juga lengan dan kakinya, tapi itu tidak pernah sama sekali terjadi. Dia tetap tidak mempunyai lengan dan kaki. Sering muncul pertanyaan yang tak pernah bisa terjawab, mengapa dia bisa terjebak dalam tubuh yang mengerikan ini ?
Menurut Nick, kemenangannya melawan keputus-asaan dan ketidak berdayaan, serta munculnya gairah hidup yang dimilikinya adalah karena imannya kepada Tuhan Yesus, dukungan dan kasih sayang keluarganya, teman-temannya yang mengasihinya, serta banyak orang yang dia temui selama hidupnya yang telah mendorongnya untuk selalu mempunyai pengharapan dan semangat untuk terus berjuang.
Bahkan akhirnya, ia mulai menyadari bahwa hal-hal yang dia kerjakan sehari-hari dalam kondisi fisik terbatas itu, kemudian menjadi inspirasi bagi orang lain yang mempunyai keterbatasan fisik, bahkan orang-orang dengan kondisi fisik yang sempurna sekalipun.
Ia berterima kasih kepada Tuhan bahwa ia masih hidup dan menyadari bahwa hidupnya sangat berarti bagi dirinya dan juga orang lain.
Pada tahun 2005, Nick dinominasikan untuk Penghargaan sebagai “Young Man Australia of the Year", yang merupakan kehormatan besar di Australia. Kehormatan penghargaan bagi orang muda untuk keunggulan mereka dan pelayanan kepada masyarakat dan bangsa, serta prestasi pribadi mereka. Nominasi untuk penghargaan ini hanya diberikan kepada orang yang benar-benar inspiratif dan berpretasi.
Pada usia 19 tahun Nick telah berkeliling dunia, berbagi cerita dengan jutaan orang, berbicara kepada berbagai kelompok yang berbeda seperti siswa, guru, pemuda, pebisnis pria dan wanita, pengusaha, dan jemaat gereja dari semua ukuran. Dia juga menceritakan kisahnya dan telah diwawancarai televisi di seluruh dunia.
Nick berkesempatan untuk berbicara dengan beberapa pemimpin negara, salah satunya adalah wakil presiden Kenya. Nick juga adalah seorang pembicara motivasi, dan ia telah berbicara kepada lebih dari 2 juta orang di 12 negara dari 4 benua yaitu Afrika, Asia, Oceania dan Amerika.
Dia juga menulis buku berjudul, “No Arms, No Legs, No Worries!”, yang sekanjutnya diterbitkan . Bahkan tahun ini Nick diatur untuk berbicara di lebih dari 20 negara.
Nick kuliah dan lulus ketika dia berusia 21 tahun. Dia menerima gelar di bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan. Dia juga mendirikan organisasi nirlaba “Hidup Dengan Keterbatasan”.
Sekarang di usia 27 tahun, Nick melakukan hal-hal luar biasa yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang yang dua kali usianya. Nick juga memiliki perusahaan motivasi dengan dirinya sendiri sebagai pembicara.
Nick belajar berenang, menangkap ikan dan bermain sepak bola. Nick juga bisa melempar bola tenis, menjawab telepon, menaiki tangga, menyisir rambut sendiri, bercukur, dan menggosok gigi. Dia memiliki kursi roda listrik yang ia gunakan untuk melakukan setiap aktifitasnya di luar rumah.
Pahlawan adalah orang yang menunjukkan keberanian dan dianggap ideal untuk diikuti.
Dan Nick Vujicic membuktikan bahwa dirinya mempunyai keberanian yang besar di tengah keterbatasan fisiknya. Nick juga menginspirasi banyak orang dengan dan tanpa cacat untuk terus berusaha dan melakukan yang terbaik dalam segala sesuatu yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan mereka.
Nick selalu mengatakan, "bahwa jika Anda memiliki keinginan dan semangat untuk melakukan sesuatu, dan jika itu kehendak Allah, Anda akan memperolehnya pada saat yang paling tepat dan paling baik."
Banyak orang melihat Nick melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil bagi seseorang untuk dilakukan tanpa lengan atau kaki. Dan hal ini mengilhami mereka untuk melakukan hal-hal yang sulit bagi mereka juga.
---------------
(Yeremia 29:11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
For I know the thoughts and plans that I have for you, says the Lord, thoughts and plans for welfare and peace and not for evil, to give you hope in your final outcome.
LORD JESUS bless you and me, now and forever.
Ibu Nick berumur 25 tahun ketika hamil anak pertamanya itu. Dia adalah seorang bidan dan bekerja sebagai perawat pediatrik di ruang bersalin di mana dia merawat ratusan ibu dan bayi mereka.
Ibu Nick tahu apa yang harus ia lakukan sementara dia hamil, mengawasi dietnya, berhati-hati tentang obat-obatan, dan tidak mengonsumsi alkohol, aspirin, atau pembunuh nyeri lainnya. Dia pergi ke dokter terbaik dan dokter meyakinkan segalanya berjalan lancar.
Masa kehamilan yang lancar dan tidak ada riwayat keluarga dengan kondisi fisik demikian, membuat ke dua orang tua Nick, Dushka Vujicic dan suaminya pendeta Borris Vujicic begitu terpukul dan perasaan mereka hancur lebur ketika ketika mereka melihat untuk pertama kali bayi mereka lahir, seorang bayi laki-laki yang tidak sempurna dan abnormal. Seorang anak tanpa tangan dan kaki.
Nick hanya memiliki satu kaki dengan 2 buah jari yang menonjol dari paha kirinya. Ibunya tidak tahan dengan apa yang dilihatnya, Nick lahir tanpa anggota badan.
"Bawa dia pergi," jeritnya histeris. "Saya tidak ingin menyentuhnya atau melihat dia".
Dengan meratap mereka memandangi bayi mungil yang menyedihkan itu dan bertanya-tanya dengan rintihan memilukan, mengapa Tuhan melakukan semua hal yang mengerikan ini kepada mereka, dan terutama pada bayi kecil mereka. Para perawat menangis menyaksikan hal menyedihkan itu. Ibu Nick menangis dan tentu saja Nick kecil juga menangis!
Mereka tidak pernah berpikir bahwa Nick akan hidup sangat lama, tetapi Allah berkehendak lain, Nick tumbuh pesat dan sangat sehat. Namun kecemasan kedua orang tua Nick terus mendera, mereka sangat khawatir, akan masa depan dan perjalanan hidup Nick selanjutnya.
Tidak mempunyai tangan untuk menyentuh, meraba, atau memegang.
Tidak mempunyai kaki untuk berjalan, berlari, menari, atau bahkan berdiri pada kedua kaki. Mengerikan sekali membayangkan masa depan Nick.
Setelah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun berlalu, mereka menyadari bahwa Tuhan masih memegang kendali dalam hidup mereka dan terus menolong mereka.
Kehidupan Nick dipenuhi dengan kesulitan demi kesulitan sepanjang hidupnya. Dia tidak bisa bersekolah di sekolah anak-anak normal karena cacat fisiknya. Hukum Australia melarangnya bersekolah di sekolah tersebut.
Ibu Nick terus berjuang untuk mengubah hukum dan berkat kegigihan ibunya, Nick akhirnya bisa bersekolah. Dia adalah salah satu siswa cacat pertama yang menuntut ilmu di sekolah umum.
Dia belajar menulis menggunakan dua jari kaki di kaki kirinya. Di sekolah ia selalu diganggu dan diolok-olok oleh teman-temannya dan anak-anak disekolah itu. Nick sangat tertekan. Nick sangat menyadari bahwa dia sangat berbeda secara fisik dengan teman-temannya, tetapi Nick merasa bahwa ia sama sekali tidak ada bedanya secara rohani dengan orang lainnya.
Nick seringkali menyendiri ditengah kesepian dan depresi yang melandanya, dan dalam kesendirian dan keputus-asaannya, dengan berderai air mata dan rintih tangis pilu, ia bertanya mengapa ia berbeda dengan anak-anak lainnya?, mengapa dia adalah orang yang lahir tanpa lengan dan kaki? Dia bertanya-tanya apa tujuan di balik hidupnya, atau apakah ia memiliki tujuan hidup?
Setelah mengalami banyak frustrasi dan merasa dirinya sebagai mahluk yang aneh di sekolah, di usia tujuh tahun Nick mencoba beberapa peralatan elektronik yang dirancang khusus untuk digunakan sebagai lengan, dengan harapan bahwa ia akan lebih seperti anak-anak lain. Selama masa percobaan dengan lengan elektroniknya, Nick menyadari bahwa ia tetap berbeda dengan teman-temannya.
Dan saat kesendiriannya itu Nick selalu berdoa dan memohon dengan sangat kepada Tuhan untuk melakukan mujizat bagi dirinya, membiarkan dia tumbuh menjadi besar seiring dengan tumbuh besarnya juga lengan dan kakinya, tapi itu tidak pernah sama sekali terjadi. Dia tetap tidak mempunyai lengan dan kaki. Sering muncul pertanyaan yang tak pernah bisa terjawab, mengapa dia bisa terjebak dalam tubuh yang mengerikan ini ?
Menurut Nick, kemenangannya melawan keputus-asaan dan ketidak berdayaan, serta munculnya gairah hidup yang dimilikinya adalah karena imannya kepada Tuhan Yesus, dukungan dan kasih sayang keluarganya, teman-temannya yang mengasihinya, serta banyak orang yang dia temui selama hidupnya yang telah mendorongnya untuk selalu mempunyai pengharapan dan semangat untuk terus berjuang.
Bahkan akhirnya, ia mulai menyadari bahwa hal-hal yang dia kerjakan sehari-hari dalam kondisi fisik terbatas itu, kemudian menjadi inspirasi bagi orang lain yang mempunyai keterbatasan fisik, bahkan orang-orang dengan kondisi fisik yang sempurna sekalipun.
Ia berterima kasih kepada Tuhan bahwa ia masih hidup dan menyadari bahwa hidupnya sangat berarti bagi dirinya dan juga orang lain.
Pada tahun 2005, Nick dinominasikan untuk Penghargaan sebagai “Young Man Australia of the Year", yang merupakan kehormatan besar di Australia. Kehormatan penghargaan bagi orang muda untuk keunggulan mereka dan pelayanan kepada masyarakat dan bangsa, serta prestasi pribadi mereka. Nominasi untuk penghargaan ini hanya diberikan kepada orang yang benar-benar inspiratif dan berpretasi.
Pada usia 19 tahun Nick telah berkeliling dunia, berbagi cerita dengan jutaan orang, berbicara kepada berbagai kelompok yang berbeda seperti siswa, guru, pemuda, pebisnis pria dan wanita, pengusaha, dan jemaat gereja dari semua ukuran. Dia juga menceritakan kisahnya dan telah diwawancarai televisi di seluruh dunia.
Nick berkesempatan untuk berbicara dengan beberapa pemimpin negara, salah satunya adalah wakil presiden Kenya. Nick juga adalah seorang pembicara motivasi, dan ia telah berbicara kepada lebih dari 2 juta orang di 12 negara dari 4 benua yaitu Afrika, Asia, Oceania dan Amerika.
Dia juga menulis buku berjudul, “No Arms, No Legs, No Worries!”, yang sekanjutnya diterbitkan . Bahkan tahun ini Nick diatur untuk berbicara di lebih dari 20 negara.
Nick kuliah dan lulus ketika dia berusia 21 tahun. Dia menerima gelar di bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan. Dia juga mendirikan organisasi nirlaba “Hidup Dengan Keterbatasan”.
Sekarang di usia 27 tahun, Nick melakukan hal-hal luar biasa yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang yang dua kali usianya. Nick juga memiliki perusahaan motivasi dengan dirinya sendiri sebagai pembicara.
Nick belajar berenang, menangkap ikan dan bermain sepak bola. Nick juga bisa melempar bola tenis, menjawab telepon, menaiki tangga, menyisir rambut sendiri, bercukur, dan menggosok gigi. Dia memiliki kursi roda listrik yang ia gunakan untuk melakukan setiap aktifitasnya di luar rumah.
Pahlawan adalah orang yang menunjukkan keberanian dan dianggap ideal untuk diikuti.
Dan Nick Vujicic membuktikan bahwa dirinya mempunyai keberanian yang besar di tengah keterbatasan fisiknya. Nick juga menginspirasi banyak orang dengan dan tanpa cacat untuk terus berusaha dan melakukan yang terbaik dalam segala sesuatu yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan mereka.
Nick selalu mengatakan, "bahwa jika Anda memiliki keinginan dan semangat untuk melakukan sesuatu, dan jika itu kehendak Allah, Anda akan memperolehnya pada saat yang paling tepat dan paling baik."
Banyak orang melihat Nick melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil bagi seseorang untuk dilakukan tanpa lengan atau kaki. Dan hal ini mengilhami mereka untuk melakukan hal-hal yang sulit bagi mereka juga.
---------------
(Yeremia 29:11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
For I know the thoughts and plans that I have for you, says the Lord, thoughts and plans for welfare and peace and not for evil, to give you hope in your final outcome.
LORD JESUS bless you and me, now and forever.
Minggu, 05 Juni 2011
MUJIZAT ITU NYATA
Banyak orang yang tidak tahan ketika berbagai masalah datang bertubi-tubi dalam kehidupannya. Dan tidak sedikit yang protes kepada Tuhan mengapa hidup mereka begitu susah, mengapa mereka tidak pernah lepas dari berbagai masalah, mengapa mereka belum menerima jawaban atas doa-doanya, dan mengapa mereka tidak mengalami mujizat dalam kehidupan mereka.
Mungkin kita pernah mengalaminya atau bahkan saat ini kita sendiri dalam kondisi seperti itu.
Ketika kita menghadapi berbagai macam masalah dan pencobaan dalam kehidupan kita, kita harus tetap berpegang teguh kepada Firman Tuhan.
Firman Tuhanlah yang menjadi satu-satunya kekuatan bagi hidup kita.
FirmanNya akan senantiasa memberi kekuatan baru dalam hidup kita. Melalui janji-janjiNya Dia akan menuntun hidup kita dan memberi kita hikmat atas segala masalah yang kita hadapi. Melalui FirmanNya Dia menghibur dan memberikan damai sejahtera bagi hidup kita.
Dan melalui FirmanNya, kita senantiasa dikuatkan dalam pengharapan kita kepada Yesus dan kepada setiap janji-janji yang telah diberikan bagi kita.
Ketika pengharapan itu tetap terpelihara dalam hidup kita, maka kita akan menjadi kuat untuk mengatasi dan menjalani berbagai masalah dalam hidup kita. Iman kita tidak akan tergoyahkan oleh karena pengharapan akan membawa kita maju terus berlari menggapai tujuan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita.
“Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita.” Ibrani 6:19-20b
Syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena pengorbananNya kita dapat menaruh pengharapan kita kepadaNya setiap waktu, kapanpun dan di mana saja kita berada.
Saudaraku terkasih,
Yesus berjanji bahwa Dia akan senantiasa menyertai kita, meskipun kita menyeberang melalui air atau melalui sungai-sungai, kita tidak akan dihanyutkan; meskipun kita berjalan melalui api, kita tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar kita.
Ini berarti bahwa Tuhan akan menyatakan mujizat-mujizatNya dalam kehidupan kita. Hal-hal yang terlihat mustahil akan menjadi mungkin dalam kehidupan kita.
Sama seperti ketika bangsa Israel dikejar orang-orang Mesir dan harus menyeberang Laut Teberau, Tuhan menyatakan mujizat, membelah laut dan membukakan jalan bagi mereka, sehingga mereka dapat menyeberang dengan aman bahkan tanpa basah sekalipun, serta dilepaskan dari bahaya.
Juga seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang dilempar ke dapur api oleh karena memegang teguh percayanya kepada Tuhan Allah yang mereka sembah. Sekalipun dapur api dipanaskan berkali-kali lipat, sampai orang yang melempar mereka ikut mati terbakar, mereka tidak terbakar sedikitpun dan tetap hidup. Sehelai rambut merekapun tidak ada yang terbakar. Mujizat terjadi dan nama Tuhan dipermuliakan.
Mujizat masih ada hingga saat ini. Tuhan Yesus tidak pernah berubah dahulu, sekarang sampai selama-lamanya. Sebesar apapun masalah yang harus kita seberangi, dan sepanas apapun situasi yang sedang kita hadapi, mari kita tetap serahkan hidup kita pada tuntunan Tuhan.
Tetap percaya kepada janjiNya bahwa Dia akan senantiasa menyertai kita dan membawa kita menyeberangi masalah yang sedang kita hadapi dan akan melepaskan kita dari situasi panas apapun yang sedang kita hadapi. Mujizat pasti terjadi.
Jangan takut atas apa yang akan terjadi atas hidup kita karena Tuhan telah menebus hidup kita, Dia sendiri yang telah memanggil hidup kita sehingga hidup kita menjadi milik kepunyaanNya, dan Dia sendiri juga yang akan membela hidup kita. Dia tidak akan mempermalukan umatNya yang berseru dan berharap kepada Dia. Dia akan melepaskan kita dari segala kesusahan dan memberi kemenangan atas setiap masalah.
Mari tetap hidup dalam FirmanNya dan tetap berharap kepada Yesus, karena mujizat masih ada. Haleluya!
“Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu” Yesaya 43.1b-3a
“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” 1 Petrus 4:12
“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Lukas 1:37
“Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! ” Markus 9:23
----------------
LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
Sumber: http://www.pelitahidup.com/
Mungkin kita pernah mengalaminya atau bahkan saat ini kita sendiri dalam kondisi seperti itu.
Ketika kita menghadapi berbagai macam masalah dan pencobaan dalam kehidupan kita, kita harus tetap berpegang teguh kepada Firman Tuhan.
Firman Tuhanlah yang menjadi satu-satunya kekuatan bagi hidup kita.
FirmanNya akan senantiasa memberi kekuatan baru dalam hidup kita. Melalui janji-janjiNya Dia akan menuntun hidup kita dan memberi kita hikmat atas segala masalah yang kita hadapi. Melalui FirmanNya Dia menghibur dan memberikan damai sejahtera bagi hidup kita.
Dan melalui FirmanNya, kita senantiasa dikuatkan dalam pengharapan kita kepada Yesus dan kepada setiap janji-janji yang telah diberikan bagi kita.
Ketika pengharapan itu tetap terpelihara dalam hidup kita, maka kita akan menjadi kuat untuk mengatasi dan menjalani berbagai masalah dalam hidup kita. Iman kita tidak akan tergoyahkan oleh karena pengharapan akan membawa kita maju terus berlari menggapai tujuan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita.
“Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita.” Ibrani 6:19-20b
Syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena pengorbananNya kita dapat menaruh pengharapan kita kepadaNya setiap waktu, kapanpun dan di mana saja kita berada.
Saudaraku terkasih,
Yesus berjanji bahwa Dia akan senantiasa menyertai kita, meskipun kita menyeberang melalui air atau melalui sungai-sungai, kita tidak akan dihanyutkan; meskipun kita berjalan melalui api, kita tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar kita.
Ini berarti bahwa Tuhan akan menyatakan mujizat-mujizatNya dalam kehidupan kita. Hal-hal yang terlihat mustahil akan menjadi mungkin dalam kehidupan kita.
Sama seperti ketika bangsa Israel dikejar orang-orang Mesir dan harus menyeberang Laut Teberau, Tuhan menyatakan mujizat, membelah laut dan membukakan jalan bagi mereka, sehingga mereka dapat menyeberang dengan aman bahkan tanpa basah sekalipun, serta dilepaskan dari bahaya.
Juga seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang dilempar ke dapur api oleh karena memegang teguh percayanya kepada Tuhan Allah yang mereka sembah. Sekalipun dapur api dipanaskan berkali-kali lipat, sampai orang yang melempar mereka ikut mati terbakar, mereka tidak terbakar sedikitpun dan tetap hidup. Sehelai rambut merekapun tidak ada yang terbakar. Mujizat terjadi dan nama Tuhan dipermuliakan.
Mujizat masih ada hingga saat ini. Tuhan Yesus tidak pernah berubah dahulu, sekarang sampai selama-lamanya. Sebesar apapun masalah yang harus kita seberangi, dan sepanas apapun situasi yang sedang kita hadapi, mari kita tetap serahkan hidup kita pada tuntunan Tuhan.
Tetap percaya kepada janjiNya bahwa Dia akan senantiasa menyertai kita dan membawa kita menyeberangi masalah yang sedang kita hadapi dan akan melepaskan kita dari situasi panas apapun yang sedang kita hadapi. Mujizat pasti terjadi.
Jangan takut atas apa yang akan terjadi atas hidup kita karena Tuhan telah menebus hidup kita, Dia sendiri yang telah memanggil hidup kita sehingga hidup kita menjadi milik kepunyaanNya, dan Dia sendiri juga yang akan membela hidup kita. Dia tidak akan mempermalukan umatNya yang berseru dan berharap kepada Dia. Dia akan melepaskan kita dari segala kesusahan dan memberi kemenangan atas setiap masalah.
Mari tetap hidup dalam FirmanNya dan tetap berharap kepada Yesus, karena mujizat masih ada. Haleluya!
“Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu” Yesaya 43.1b-3a
“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” 1 Petrus 4:12
“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Lukas 1:37
“Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! ” Markus 9:23
----------------
LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
Sumber: http://www.pelitahidup.com/
Ketika Tangan Tuhan Menciptakan Seorang Wanita
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, "Mengapa kau begitu lama menciptakan wanita Tuhan? "
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"
"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."
Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."
"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."
"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."
"Cintanya tanpa syarat.."
”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”
Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"
"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."
Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."
"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."
"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."
"Cintanya tanpa syarat.."
”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”
Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4
AYAH TERHEBAT
Sudah beberap malam tubuh Noah panas tinggi dan keadaannya sungguh membuat kami kuatir. Kesedihanku tak terkatakan melihat lemahnya tubuh kecil Noah, dan kesedihanku semakin bertambah saat mengingat ketulian yang dideritanya. Suatu malam suhu tubuh Noah sangat tinggi sehingga aku dan Marty, suamiku sepakat bergantian untuk merawatnya.
Tengah malam itu aku terjaga dan melihat Marty dengan penuh kasih sayang menimang - nimang Noah. Ia menaruh kepala Noah di dadanya yang bidang, supaya Noah dapat merasakan detak jantung ayah yang sangat mengasihinya. Untuk menidurkan dan menenangkan anak kami yang lain, biasanya kami menggunakan nyanyian atau bunyi mainan, tetapi untuk Noah kami menggunakan sentuhan. Noah terlihat tenang jika sedang dipeluk atau jemari kecilnya dipegang.
Beberapa menit kemudian aku bangun dan berdiri di depan pintu sambil memperhatikan pria yang luar biasa itu, ayah dari anak-anakku! Kemudian dengan lembut aku menyentuh bahunya sambil menawarkan diri untuk bergantian menggendong Noah, tetapi ia menggelengkan kepalanya. Malam itu aku kagum dengan pria yang telah kupilih menjadi pendamping hidupku, karena yang kutahu di luar sana banyak suami yang akan lebih memilih tidur di tengah malam daripada bergantian dengan istrinya untuk merawat anak-anak mereka.
Ketika pagi tiba, kami kembali membawa Noah ke dokter dan dokter menyarankan agar kami membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di rumah sakit kami berdoa saat menanti hasil test yang dilakukan untuk mengetahui penyakit Noah.
Kami sehati berdoa memohon kesembuhan untuk Noah dan saat itu kami merasakan kekuatan baru Tuhan alirkan di hati kami. Tak lama kemudian dokter memanggil kami dan memberitahukan bahwa Noah hanya terkena influensa. Kami saling pandang dan tersenyum sambil menghapus air mata yang menetes di pipi.
Setelah pulang dari rumah sakit aku melihat hubungan Marty dan Noah semakin akrab. Marty sering membacakan buku cerita dengan memegang tangan Noah guna mengajarinya membentuk tanda dari huruf-huruf yang ada di buku itu. Bahasa isyarat pertama yang diajarkan Marty adalah mengatakan “aku mencintaimu”. Sebagai wanita aku merasa mampu mengasihi dan memelihara keluargaku karena ditopang oleh suami yang hebat. Marty adalah pria paling tepat yang telah kupilih menjadi ayah bagi anak-anakku.
Alkitab menceritakan bahwa Ishak juga memiliki ayah yang hebat. Sebagai ayah yang hebat, Abraham mendidik Ishak menjadi orang yang takut akan Tuhan. Abraham memelihara Ishak ketika Sara telah meninggal dunia. Kehebatan Abraham sebagai ayah disempurnakan ketika ia meminta Eliezer pergi ek Aram-Mesopotamia untuk mencari pendamping hidup bagi Ishak dari kaumnya.
Ayah yang hebat adalah ayah yang menjadi sahabat bagi anak-anaknya.
Tengah malam itu aku terjaga dan melihat Marty dengan penuh kasih sayang menimang - nimang Noah. Ia menaruh kepala Noah di dadanya yang bidang, supaya Noah dapat merasakan detak jantung ayah yang sangat mengasihinya. Untuk menidurkan dan menenangkan anak kami yang lain, biasanya kami menggunakan nyanyian atau bunyi mainan, tetapi untuk Noah kami menggunakan sentuhan. Noah terlihat tenang jika sedang dipeluk atau jemari kecilnya dipegang.
Beberapa menit kemudian aku bangun dan berdiri di depan pintu sambil memperhatikan pria yang luar biasa itu, ayah dari anak-anakku! Kemudian dengan lembut aku menyentuh bahunya sambil menawarkan diri untuk bergantian menggendong Noah, tetapi ia menggelengkan kepalanya. Malam itu aku kagum dengan pria yang telah kupilih menjadi pendamping hidupku, karena yang kutahu di luar sana banyak suami yang akan lebih memilih tidur di tengah malam daripada bergantian dengan istrinya untuk merawat anak-anak mereka.
Ketika pagi tiba, kami kembali membawa Noah ke dokter dan dokter menyarankan agar kami membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di rumah sakit kami berdoa saat menanti hasil test yang dilakukan untuk mengetahui penyakit Noah.
Kami sehati berdoa memohon kesembuhan untuk Noah dan saat itu kami merasakan kekuatan baru Tuhan alirkan di hati kami. Tak lama kemudian dokter memanggil kami dan memberitahukan bahwa Noah hanya terkena influensa. Kami saling pandang dan tersenyum sambil menghapus air mata yang menetes di pipi.
Setelah pulang dari rumah sakit aku melihat hubungan Marty dan Noah semakin akrab. Marty sering membacakan buku cerita dengan memegang tangan Noah guna mengajarinya membentuk tanda dari huruf-huruf yang ada di buku itu. Bahasa isyarat pertama yang diajarkan Marty adalah mengatakan “aku mencintaimu”. Sebagai wanita aku merasa mampu mengasihi dan memelihara keluargaku karena ditopang oleh suami yang hebat. Marty adalah pria paling tepat yang telah kupilih menjadi ayah bagi anak-anakku.
Alkitab menceritakan bahwa Ishak juga memiliki ayah yang hebat. Sebagai ayah yang hebat, Abraham mendidik Ishak menjadi orang yang takut akan Tuhan. Abraham memelihara Ishak ketika Sara telah meninggal dunia. Kehebatan Abraham sebagai ayah disempurnakan ketika ia meminta Eliezer pergi ek Aram-Mesopotamia untuk mencari pendamping hidup bagi Ishak dari kaumnya.
Ayah yang hebat adalah ayah yang menjadi sahabat bagi anak-anaknya.
BERTANYA PADA PRIBADI YG TEPAT
Hakim-hakim 20:27
“Dan orang-orang Israel bertanya kepada Tuhan -- pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah.”
Bulan Maret 2009 lalu, publik Inggris dikejutkan dengan kemenangan dramatis Amir Khan atas sang legenda tinju Meksiko, Marco Antonio Barrera. Petinju asal Inggris ini dinyatakan menang KO setelah wasit menghentikan pertarungan pada ronde kelima. Saat konferensi pers berlangsung, Khan mengungkapkan rahasia keberhasilannya. “Mengejutkan memang. Namun semua terjadi karena saya menuruti nasihat Manny Pacquiao. Cara yang saya gunakan serupa dengan cara Manny menaklukkan Barrera beberapa waktu lalu. Manny benar-benar membuat semuanya lebih mudah. Ia bilang, ‘pukul dan bergerak, pukul dan bergerak.’ Menurut Manny, itulah cara mengalahkan Barrera. Memang bermanfaat mengikuti saran orang yang tepat,” katanya.
Ada pepatah Cina yang berbunyi, “Percakapan pribadi dengan seorang yang bijaksana sama berharganya dengan sebulan mempelajari buku-buku.” Ya, dua cara terbaik untuk menghindari kegagalan adalah bekerja sama dengan orang yang kompeten, dan meminta saran dari mereka yang lebih berpengalaman. Saya pun belajar menerapkannya, ketika bingung harus membuat keputusan atau melakukan sesuatu, saya akan bertanya pada orangtua, abang, atau orang tua, bahkan sampai kakak rohani. Harus diakui, saat mengalami masalah, telinga kita menjadi kurang tajam untuk mendengar suara Tuhan. Partner yang takut akan Tuhanlah yang sangat berperan membantu kita menemukan solusi yang Alkitabiah.
Sudahkah Anda bertanya dan meminta saran kepada pribadi yang tepat ketika persoalan menerpa kehidupan Anda? Renungkanlah!
Saat berhadapan dengan masalah, meminta nasihat dan pertimbangan orang-orang tepat yang ada di sekitar Anda adalah kunci terbaik untuk keluar dari sana.
SUMBER: RHK
“Dan orang-orang Israel bertanya kepada Tuhan -- pada waktu itu ada di sana tabut perjanjian Allah.”
Bulan Maret 2009 lalu, publik Inggris dikejutkan dengan kemenangan dramatis Amir Khan atas sang legenda tinju Meksiko, Marco Antonio Barrera. Petinju asal Inggris ini dinyatakan menang KO setelah wasit menghentikan pertarungan pada ronde kelima. Saat konferensi pers berlangsung, Khan mengungkapkan rahasia keberhasilannya. “Mengejutkan memang. Namun semua terjadi karena saya menuruti nasihat Manny Pacquiao. Cara yang saya gunakan serupa dengan cara Manny menaklukkan Barrera beberapa waktu lalu. Manny benar-benar membuat semuanya lebih mudah. Ia bilang, ‘pukul dan bergerak, pukul dan bergerak.’ Menurut Manny, itulah cara mengalahkan Barrera. Memang bermanfaat mengikuti saran orang yang tepat,” katanya.
Ada pepatah Cina yang berbunyi, “Percakapan pribadi dengan seorang yang bijaksana sama berharganya dengan sebulan mempelajari buku-buku.” Ya, dua cara terbaik untuk menghindari kegagalan adalah bekerja sama dengan orang yang kompeten, dan meminta saran dari mereka yang lebih berpengalaman. Saya pun belajar menerapkannya, ketika bingung harus membuat keputusan atau melakukan sesuatu, saya akan bertanya pada orangtua, abang, atau orang tua, bahkan sampai kakak rohani. Harus diakui, saat mengalami masalah, telinga kita menjadi kurang tajam untuk mendengar suara Tuhan. Partner yang takut akan Tuhanlah yang sangat berperan membantu kita menemukan solusi yang Alkitabiah.
Sudahkah Anda bertanya dan meminta saran kepada pribadi yang tepat ketika persoalan menerpa kehidupan Anda? Renungkanlah!
Saat berhadapan dengan masalah, meminta nasihat dan pertimbangan orang-orang tepat yang ada di sekitar Anda adalah kunci terbaik untuk keluar dari sana.
SUMBER: RHK
Kamis, 02 Juni 2011
MEMBANGUN RUMAH DI SURGA
Ada seorang ibu yang selama hidupnya berenang dalam gaya hidup yang mewah. Ia memiliki sebuah rumah yang besar, pembantu yang banyak, mobil yang tidak hanya nampak indah tetapi juga mahal. Ia sungguh menikmati hidupnya.
Meskipun ia begitu kaya, akhirnya ia meninggal juga. Ketika tiba di gerbang surga, ia dihantar oleh seorang malaekat menuju rumah penginapannya yang abadi di surga.
Mereka melewati istana megah, indah dan mewah. Wanita tersebut berpikir bahwa rumah tersebutlah yang akan menjadi tempat di mana ia akan menikmati kebahagiaan abadi di surga.
Namun di luar dugaannya, sang malaekat membawanya melewati istana tersebut. Sang wanita mulai berkhayal bahwa sebuah rumah lain yang lebih indah dan mewah dari istana ini sedang menanti dirinya.
Anehnya, mereka kini telah meninggalkan jalan utama yang besar dan memasuki sebuah lorong yang kecil dan pengap. Rumah-rumah di sekitar tempat ini nampak kecil dan amat sederhana.
Namun perjalanan mereka masih belum berhenti di tempat ini. Sang malaekat masih membawanya meninggalkan jalan kecil ini memasuki gang sempit dan penuh lumpur.
Akhirnya mereka tiba di ujung gang tersebut, di sebuah gubuk reyot yang amat kotor. Bau pengap kini menusuk hidung.
"Inilah tempat kediamanmu yang abadi di surga ini. Engkau akan menetap di sini sampai selama-lamanya." Kata sang malaekat itu.
"Tidak mungkin... Tidak mungkin saya bisa hidup di tempat seperti ini." Demikian protes perempuan tersebut. "Apakah anda tidak keliru membawa saya ke tempat ini?"
Dengan tenang dan ramah sang malaekat berkata, "Kami hanya bisa membangun tempat penginapan di surga sesuai dengan berapa besar dana yang dikirimkan selama seseorang masih hidup di dunia. Dana yang anda kirimkan selama anda masih hidup di dunia hanya bisa dipakai untuk membangun gubuk sederhana ini. Terimalah, inilah satu-satunya harta kekayaanmu di surga."
Saudaraku terkasih,
Hidup kita yang singkat di dunia ini akan menentukan kehidupan kita kelak yang abadi nan kekal. Mari kita mengumpulkan harta di surga selagi masih berada di dunia ini.
"Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Lukas 12:33-34)
Sell what you possess and give donations to the poor; provide yourselves with purses and handbags that do not grow old, an unfailing and inexhaustible treasure in the heavens, where no thief comes near and no moth destroys. For where your treasure is, there will your heart be also.
----------------------
LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
Sumber: Tarsis Sigho – Kaohsiung
http://www.pondokrenungan.com/
Meskipun ia begitu kaya, akhirnya ia meninggal juga. Ketika tiba di gerbang surga, ia dihantar oleh seorang malaekat menuju rumah penginapannya yang abadi di surga.
Mereka melewati istana megah, indah dan mewah. Wanita tersebut berpikir bahwa rumah tersebutlah yang akan menjadi tempat di mana ia akan menikmati kebahagiaan abadi di surga.
Namun di luar dugaannya, sang malaekat membawanya melewati istana tersebut. Sang wanita mulai berkhayal bahwa sebuah rumah lain yang lebih indah dan mewah dari istana ini sedang menanti dirinya.
Anehnya, mereka kini telah meninggalkan jalan utama yang besar dan memasuki sebuah lorong yang kecil dan pengap. Rumah-rumah di sekitar tempat ini nampak kecil dan amat sederhana.
Namun perjalanan mereka masih belum berhenti di tempat ini. Sang malaekat masih membawanya meninggalkan jalan kecil ini memasuki gang sempit dan penuh lumpur.
Akhirnya mereka tiba di ujung gang tersebut, di sebuah gubuk reyot yang amat kotor. Bau pengap kini menusuk hidung.
"Inilah tempat kediamanmu yang abadi di surga ini. Engkau akan menetap di sini sampai selama-lamanya." Kata sang malaekat itu.
"Tidak mungkin... Tidak mungkin saya bisa hidup di tempat seperti ini." Demikian protes perempuan tersebut. "Apakah anda tidak keliru membawa saya ke tempat ini?"
Dengan tenang dan ramah sang malaekat berkata, "Kami hanya bisa membangun tempat penginapan di surga sesuai dengan berapa besar dana yang dikirimkan selama seseorang masih hidup di dunia. Dana yang anda kirimkan selama anda masih hidup di dunia hanya bisa dipakai untuk membangun gubuk sederhana ini. Terimalah, inilah satu-satunya harta kekayaanmu di surga."
Saudaraku terkasih,
Hidup kita yang singkat di dunia ini akan menentukan kehidupan kita kelak yang abadi nan kekal. Mari kita mengumpulkan harta di surga selagi masih berada di dunia ini.
"Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Lukas 12:33-34)
Sell what you possess and give donations to the poor; provide yourselves with purses and handbags that do not grow old, an unfailing and inexhaustible treasure in the heavens, where no thief comes near and no moth destroys. For where your treasure is, there will your heart be also.
----------------------
LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
Sumber: Tarsis Sigho – Kaohsiung
http://www.pondokrenungan.com/
Langganan:
Postingan (Atom)