Sabtu, 18 Juni 2011

kamu tetap BERHARGA...

Suatu hari, ada seorang kakak rohani memulai khotbahnya dengan mengeluarkan selembar uang seratus ribu yang baru. Kemudian dia bertanya, “Siapa diantara kamu yang mau uang ini, kalo aku kasih ke kamu?” Ternyata banyak yang mengangkat tangan.

Katanya lagi, “Ya, ini akan kuberikan, tapi sebelumnya biar aku melakukan hal ini.” Kakak rohani tersebut meremas uang kertas seratus ribu itu menjadi gulungan kecil yang kumal.

Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula: lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya, “Siapa yang masih mau uang ini?” Tetap saja banyak yang mengangkat tangan, sebanyak yang tadi.

“Oke, akan aku kasih, tapi biarkan aku melakukan hal ini.” Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya. Dia tanya lagi, “Siapa yang masih mau?” Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.

“Nah, saudaraku, sebenarnya aku dan kau sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kita semua masih mau uang ini walau bentuknya udah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal, tapi nilainya nggak berkurang: tetap seratus ribu rupiah.

Sama seperti kita. Meskipun kalian jatuh, ketimpa tangga pula... lagi sakit, lagi hancur, atau kalian gagal, nggak berdaya, terhimpit, dan merasa terhina, kecewa dan terkhianati, atau dalam keadaan apapun, kalian tetap nggak kehilangan nilaimu... karena kalian begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, perasaan, ketakutan, sakit hati, menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu.”

“Kalian akan selalu tetap berharga, bagi dirimu, bagi diriku, bagi saudaramu, bagi sahabat yang lain dan kau tetap sama di mata Allah. Dia, Tuhanmu, akan berlari mendekatimu, kalo kalian berjalan menuju ke arah Dia. Aku pun sahabatmu akan melakukan hal yang sama, karena pada sadarnya kita semua mulia. So, datanglah ke Allah, karena disanalah nilai dirimu berada.”

Guys, jangan kecewa dengan keadaanmu sekarang, kalian tetap SPESIAL di mata-Nya. Nggak perlu pahit dengan orang-orang yang pernah melukai kita, LEPASKAN PENGAMPUNAN, karena mengampuni akan MEMERDEKAKAN kita. Meskipun kita tahu, justru kita paling sakit sewaktu orang yang kita KASIHI melukai kita. Tapi ingat satu hal, kalo kita TETAP BERHARGA buat Tuhan meskipun kita merasa kita penuh dengan luka.


sumber: Future Generation

YESUS PENOLONGKU

Di suatu tempat, ada satu keluarga atheis. Mereka mempunyai seorang anak perempuan berusia 7 tahun.

Suatu malam, pasangan suami istri itu bertengkar. Pertengkaran itu menghebat, sampai akhirnya mereka pun saling mencaci satu sama lain.

Akhirnya, dalam kekalapan akibat cacian istrinya, si suami pun meraih sebilah pisau dapur dan menikam istrinya berulang-ulang sampai sang istri meninggal dengan tubuh rusak penuh berlumurah darah.

Selang beberapa waktu, si suami menyadari apa yang terjadi. Tanpa pikir panjang, ia pun menikamkan pisau ke jantungnya sendiri. Ia roboh, dan meninggal tepat di samping jenazah istrinya.

Semua kejadian itu disaksikan anak perempuan mereka dari balik pintu.

Sesudah memenuhi prosedur hukum yang berlaku, anak perempuan itu pun kemudian diadopsi oleh tetangganya sendiri, satu keluarga Kristen yang sudah lama menikah tetapi masih belum dikarunai anak.

Pada hari Minggu, si anak dibawa ke Gereja oleh keluarga barunya. Itulah untuk pertama kalinya si anak perempuan mengikuti Ekaristi Kudus.

Sesudah Ekaristi, si Ibu membawa anak angkatnya ke Sekolah Minggu. Kepada Guru, sang Ibu berkata, "Anak angkat saya ini belum pernah mengenal Kristus sebelumnya, harap bersabar dalam mendidiknya."

Di dalam kelas, sang Guru memperlihatkan lukisan Yesus ke seluruh kelas dan bertanya, "Ada yang tahu siapakah yang dilukis ini?"

Beberapa murid dengan antusias berseru, "Itu Yesus! Itu Yesus!"

Sang Guru mendekati si anak perempuan dan bertanya lembut, "Nak, apakah engkau tahu siapakah yang dilukis ini?"

Si anak perempuan mengangguk, matanya tidak berkedip memandang lukisan itu.

Sang Guru keheranan dan bertanya, "Siapakah orang ini?"

"Aku tidak tahu namanya," jawab si anak perempuan, "Tetapi aku tahu, dialah yang setiap malam menemani aku sejak orang tuaku meninggal..................."


Saudaraku terkasih,
Jika Dia mengasihi orang yang tidak mengenal Dia, tidakkah Dia terlebih mengasihi mereka yang mengenal Dia?

Kita yang mengaku mengenal Dia........... apakah kita ini golongan Petrus, mengenal namun menyangkal? Ataukah kita ini golongan Yudas Iskariot, mengenal namun mengkhianati?


TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. (Mazmur 121:8)

The Lord will keep your going out and your coming in from this time forth and forevermore.

LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.
---------------------

http://www.pondokrenungan.com/

Bejana Indah

Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana/baskom untuk tempat anggur & daging. Ada beberapa bejana tersedia- manakah yang akan terpilih? "Pilihlah saya", teriak bejana emas, "Saya mengkilap dan bercahaya. Saya sangat berharga dan saya melakukan segala sesuatu dengan benar, ditempa dgn keras & sungguh2 murni. Keindahan saya mengalahkan yang lain. Dan untuk orang yang seperti Engkau, Tuanku, emas adalah yang terbaik!"

Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata. Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi. "Aku akan melayani Engkau, Tuanku, aku akan menuangkan anggur­Mu dan aku akan berada di meja-Mu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memuji-Mu.'

Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana tembaga. Bejana ini lebar mulutnya dan dalam, dipoles seperti kaca. "Sini! Sini!" teriak bejana itu, saya tahu saya akan terpilih. Taruhlah saya di meja-Mu, maka semua orang akan memandangku.

Tiba-tiba "Lihatlah saya", panggil bejana kristal yang sangat jernih dgn beberapa detail ukiran yg sangat rumit. "Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya saya. Meskipun saya mudah pecah, saya akan melayani Engkau dengan kebanggaan saya. Dan saya yakin, saya akan bahagia dan senang tinggal dalam rumah-Mu."

Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh. Engkau dapat memakai saya, Tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila Engkau memakaiku untuk buah & sayuran, bukan untuk daging."

Kemudian Tuan itu melihat ke bawah & melihat bejana tanah liat. Kosong & hancur, tak berwarna indah, terbaring begitu saja. Tiada harapan terpilih sbg Bejana Tuan itu.

Ah! Inilah bejana yg Aku cari2. akan Kuperbaiki & Kupakai, akan Ku buat sebagai milik-Ku seutuhnya. Aku tdk butuh bejana yg mengkilap & penuh kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang bermulut lebar dan dalam. Tidak juga yang transparan & memamerkan isinya dengan sombong. Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar. Tetapi yang Kucari adalah bejana sederhana yang akan Kupenuhi dengan kuasa dan kehendak-Ku.

Kemudian la mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki dan membersihkannya dan memenuhinya. Ia berbicara dgn lembut kepadanya. "Ada tugas yg perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yg telah Kuperbuat bagimu".

Kotak Kebahagiaan

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang Ayah.

"Ini untuk ayah," kata anak g...adis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun, ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.
"Tak tahukah engkau nak, jika menghadiahi kado pada seseorang, engkau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!"


Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, "Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu." ucap gadis kecil itu.


"Apa yang engkau letakkan ke dalam kotak ini nak? Bukankah engkau lihat kotak ini kosong?" bentak ayahnya.


"Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu," bisik anak perempuan itu.


Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.


Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.


Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

Sapi Jantan Yang Pintar

Pada suatu hari ada seekor singa melihat seekor sapi jantan yang gemuk dan kekar sedang memakan rumput ditepi sungai, didalam hati singa berpikir, “Lihat! Badan yang gemuk dan banyak daging, dan keempat pahanya yang kekar, air liur saya sampai menetes!”

Lalu singa memikirkan sebuah cara untuk menjebak sapi jantan ini. Oleh sebab itu dia lari pulang kerumahnya menyediakan sebuah tombak besi dan sebuah ember besar, memancing sapi jantan masuk ke perangkapnya, dia berharap mencari kesempatan mengalihkan perhatian si sapi sehingga dengan mudah dia bisa menyantap sapi jantan tersebut.

Setelah mempersiapkan semuanya, singa pergi ketepi sungai berkata kepada sapi jantan, “Tuan sapi, saya ingin mengundang anda bersantap malam di rumahku, saya telah menyediakan sebuah hidangan yang lezat untuk disajikan kepada anda.”

Sapi jantan memandang kepada singa berkata, “Kenapa anda tanpa sebab mengundang saya bersantap malam bersamamu?” Singa dengan tertawa menjawab, “Karena saya ingin berteman dengan anda.” Sapi jantan merasa aneh tetapi tetap menerima undangannya.

Sapi jantan mengikuti singa sampai disebuah gua rumah si singa, singa masuk kedalam gua sedangkan sapi jantan tetapi berdiri dimulut gua dengan teliti melihat keadaan sekelilingnya dan memandang kedalam gua, didalam gua sama sekali tidak ada hidangan lezat seperti yang disebut oleh singa, hanya ada sebuah tungku api yang diatas tunggu ada sebuah ember besar berisi air dan sebuah tombak besi.

Sapi jantan menyadari siasat yang tidak baik, tanpa berkata sepatahpun lalu membalikkan badan meninggalkan tempat itu. Ketika singa menyadari sapi jantan meninggalkannya lalu mengejar dibelakang sapi jantan bertanya kepadanya,” Kenapa tanpa berkata sepatahpun engkau meninggalkan saya?”

Sapi jantan menjawab, “Saya berbuat seperti ini ada sebabnya, karena saya tahu santapan lezat yang engkau maksud bukan untuk menjamu saya, tetapi engkau bermaksud menjadikan saya sebagai santapan lezatmu.” Setelah berkata demikian sapi jantan dengan cepat meninggalkan singa itu sendirian.

Memang diundang makan seseorang adalah hal yang menggembirakan, tetapi harus dengan teliti melihat keadaan sekelilingnya dan memahami maksud seseorang, untuk menghindari hal yang bisa membahayakan lebih bagus jangan menerima undangan dari orang yang tidak dikenal. (Erabaru/hui)

Mata Rantai

Ada seorang kultivator, dia bermaksud meninggalkan desanya menuju suatu tempat yang sunyi untuk berkultivasi (menempa diri/mental). Dia hanya membawa sehelai kain, lalu naik ke gunung untuk berkultivasi.

Ketika dia hendak mencuci pakaian dia memerlukan sehelai kain yang lain sebagai pengganti, akhirnya dia turun gunung meminta sehelai kain kepada penduduk desa.

Penduduk desa sudah mengenalnya sebagai seorang kultivator yang taat, tanpa banyak bertanya mereka memberinya sehelai kain sebagai pakaian pengganti.

Ketika kultivator ini sampai di gubuknya di atas gunung, dia melihat seekor tikus. Tikus ini sering datang mengganggunya ketika dia sedang bermeditasi, mengigit pakaian penggantinya.

Karena dia telah bersumpah seumur hidupnya tidak akan membunuh mahluk hidup, oleh sebab itu dia tidak menyakiti tikus ini, tetapi dia tidak mempunyai cara mengusir tikus ini, akhirnya dia turun ke gunung meminta seekor kucing untuk dipelihara.

Setelah dia memelihara kucing tersebut, lalu dia berpikir, “Apa yang harus dia makan? Saya tidak ingin dia memangsa tikus tersebut, tetapi tidak mungkin dia seperti saya hanya memakan buah dan sayuran saja.“

Akhirnya dia pergi lagi ke desa meminta seekor lembu betina, sehingga kucing ini bisa meminum susu lembu.

Tetapi setelah beberapa lama berada di atas gunung, dia merasa dia telah membuang terlalu banyak waktu untuk memelihara lembu betina ini. Akhirnya dia turun gunung lagi pergi ke desa, mencari seorang gelandangan yang sangat miskin, dia lalu membawa gelandangan yang tidak mempunyai rumah ini naik ke gunung tinggal bersamanya dan menyuruh dia mengurus lembu betinanya.

Gelandangan ini setelah beberapa lama tinggal di atas gunung lalu mengeluh kepada kultivator.

“Saya tidak sama dengan engkau, saya memerlukan seorang istri, saya memerlukan kehidupan berkeluarga seperti orang biasa,” ujar gelandangan itu.

Kultivator ini setelah mendengar keluhan itu, merasa benar juga tidak mungkin gelandangan ini akan seperti dia hanya berkultivasi.

Cerita ini jika diteruskan, kalian pasti dapat menerkanya, akhirnya apa yang akan terjadi? Mungkin setelah setengah tahun berlalu, seluruh isi desa akan di pindahkan keatas gunung.

Cerita ini sebenarnya terjadi di dalam kehidupan kita semua, timbulnya keinginan bagaikan sebuah mata rantai, dia akan merantai kita terus menerus, selamanya tidak ada kepuasan. Hal yang paling menyedihkan adalah manusia selalu mencari alasan yang tidak masuk akal untuk memenuhi keinginannya.

TUHAN ITU BAIK

Toshinobu seorang yang sangat mengasihi Tuhan sepanjang hidupnya. Setiap kali bertemu dia akan selalu berkata "Tuhan itu baik".

Setiap saat dia berkata,"Tuhan itu Baik".

Pada waktu Toshi menikah dia berkata, "Tuhan itu baik".
Ketika Toshi kehilangan pekerjaannya dia berkata, "Tuhan itu baik".
Ketika ayahnya meninggal dia berkata, "Tuhan itu baik".
Ketika dompetnya kecopetan dia berkata, "Tuhan itu baik"

Jadi, pokoknya apa saja yg Toshi lakukan atau apa saja yang terjadi padanya, kita pasti mendengar dia berkata,"Tuhan itu baik"

Sebulan yang lalu, Toshi diperiksa oleh dokter dan dinyatakan bahwa dia mengidap kanker. Kanker itu telah tumbuh dengan sangat cepat dan dokter bilang dia hanya bisa hidup beberapa minggu lagi.

Meskipun dia ada diranjangnya menunggu kematian, tetap saja kita bisa mendengar Toshi berkata bahwa "Tuhan itu baik".

Ohashi Yuki adalah teman baik Toshi. Dan setiap hari dia selalu mampir untuk melihat keadaan Toshi. Dan setiap malam sebelum Ohashi pulang, Toshi selalu berkata kepadanya, "Tuhan itu baik".

Akhirnya setelah beberapa minggu melihat keadaanya temannya yang semakin memburuk, Ohashi tidak sanggup lagi melihat keadaannya & dia bertanya kepada Toshi, "Kamu adalah teman terbaik saya dan saya mengasihi kamu. Saya juga mengasihi Tuhan seperti kamu, saya sudah mendengar kamu berkata bahwa Tuhan itu Baik sepanjang hidupmu."

“Pada saat-saat yang menyenangkan, mungkin saya masih bisa mengerti pada saat kamu berkata "Tuhan itu baik". Atau pada saat-saat susah kamu mengatakan itu, saya masih bisa mengerti.

Tetapi sekarang, dalam kondisi kamu yang sekarat seperti ini, mana bisa kamu optimis seperti ini? Bagaimana bisa kamu masih berkata bahwa "Tuhan itu baik" setiap hari, meskipun kamu tahu kalau Tuhan membiarkan kamu mati?" Toshi hanya melihat ke Ohashi dan tersenyum.

"Temanku, bukankah sudah kamu lihat bahwa selama saat-saat itu saya mengatakan bahwa Tuhan itu Baik, itu adalah salah satu puji syukur saya kepadaNya dgn cara sederhana yg bisa saya lakukan.Dan lihat hadiahNya bagi saya krn keyakinanku padaNya, saya sekarat sekarang.

Kamu berkata bahwa Tuhan membiarkan saya mati seolah-olah itu hal yg sangat jahat.

Ohashi, lupakah kamu bahwa itulah tujuan kita.

Bahwa kita hidup bagi Dia dan kembali kehadiratNya. Lihatkan, TUHAN ITU BAIK. Akhirnya dia memanggil saya pulang, dan dalam beberapa jam lagi, saya akan datang menghadapNya. Saya tidak bisa membayangkan hal lain yang lebih hebat dari ini."

Toshi meninggal malam itu dalam tidurnya. Ohashi hadir saat pemakamannya dan berkata dua hal, "Saya akan merindukan kamu temanku, tetapi saya tahu saya akan bertemu denganmu nanti dan...... TUHAN ITU BAIK."


(Mazmur 100:5) Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

(Mazmur 145:9) TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
-----------------------

LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.

Sumber: http://www.pondokrenungan.com/