Selasa, 03 Mei 2011

BAHASA ROH

Karunia bahasa roh ini merupakan manifestasi / pernyataan kuasa dan kehadiran Allah yang memampukan seseorang secara adikodrati untuk menyampaikan pesan Tuhan dalam suatu bahasa yang tidak dikenalnya, untuk umat Allah yang hadir. Mengenai karunia bahasa roh ini akan dibahas sebagai berikut:

1. Pengertian Bahasa Roh.

Bahasa roh berasal dari kata Yunani glossa yang berarti suatu bahasa atau lidah dan lalein yang berarti berbicara atau berkata-kata. Dalam bahasa Inggrisnya menggunakan istilah tongue untuk kata glossa dan speaking untuk lalein. Istilah lengkap dalam bahasa Inggris adalah speaking in tongues. Sedangkan dalam bahasa Indonesia berarti berbicara dalam bahasa lidah (Sumakud, 2005:8).

Dalam Perjanjian Baru bahasa roh adalah gejala yang sangat biasa, bahwa orang yang dipermandikan dalam Roh Kudus mulai berbicara dalam bahasa roh. Bahasa roh ini merupakan tanda yang paling mudah untuk mengenali, apakah seseorang itu telah menerima Roh Kudus atau belum (Kis.2: 1-4, Kis.10: 44-47, Kis.!9:6, dll). Berbahasa roh itu adalah sesuatu yang amat wajar, dan merupakan hal yang amat biasa dalam Perjanjian Baru. Karunia bahasa roh ini diberikan bukan kepada orang yang sudah sempurna atau telah mencapai suatu kematangan rohani tertentu, melainkan justru diberikan kepada setiap orang, bahkan orang yang baru dipermandikan dan yang belum banyak pengetahuan agama atau imannya. Ingat! Bahasa roh itu merupakan salah satu tanda bahwa seseorang itu telah menerima Roh Kudus. Karena masih ada tanda lain lagi dan bahkan lebih penting yaitu Buah Roh Kudus (Gal.5: 22-23).

2. Dasar Kitab Suci.

”lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, (Kis. 2: 4)

”Mereka bingung…mendengar Rasul2 itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri (Kis.2: 6)

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya, …(Mrk. 16: 17- 18).

“sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah (Kis.10: 46).

“…dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan berbubuat” (Kis. 19: 6).

“…berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kpd Allah (I Kor.14: 28).

Dll.

3. Ada 3 Jenis dalam Karunia Bahasa Roh.

A. Karunia mukjizat / Karunia berkata-kata dalam bahasa asing (Kis.2: 6-11, I Kor.14:22)

berbagai macam orang yang hadir di Yerusalem pada waktu Pentakosta, mereka mendengar para Rasul berkata-kata dalam bahasa yang dipakai di negeri asalnya, misalnya, misalnya yang hadir, ada oarng Partia, Media, Elam, Kapadokia,…Mesir dan daerah sekiarnya. Selain itu juga hadir orang penganut agama Yahudi, orang Kreta dan juga orang Arab.

B.Berupa pesan, untuk karunia ini harus ada yang menafsirkan (I Kor.14: 26-27), dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pesan Allah yang berupa nubuat ini disampaikan dalam bentuk kata-kata bahasa roh, yang perlu ditafsirkan agar orang-orang mendengarkan pesan itu dapat mengerti.

C. Berupa Doa, mengenai hal ini ada dua sifat, yaitu: 1). didoakan secara lantang (tidak didoakan dalam hati), dan (2) tidak verbal atau tidak dimengerti (I Kor. 14: 2). Doa dalam bahasa roh ini dapat disampaikan dengan kata-kata yang dapat didengar oleh orang-orang yang hadir, tetapi tidak dimengerti (non verbal), dan doa ini juga dapat disampaikan secara diam (dalam hati).

4. Perbedaan Karunia Berdoa Dalam Roh Dengan Karunia Berkata-kata Dalam Bahasa Roh.

Karunia berdoa dalam roh

a. Bersifat tetap, maksudnya karunia ini dpt diperoleh seseorang dan sejak saat itu karunia tersebut berada dalam dirinya dan dapat digunakan setiap saat, kapan saja, dan seturut kehendaknya.

b. Cara memperolehnya pada umumnya berawal dari pada saat seseorang mengalami pencurahan Roh Kudus (namun demikian karunia bahasa roh ini tidak selalu diterima pada waktu pencurahan Roh Kudus), tetapi pada saat seseorang mengintensifkan kualitas hidup rohaninya, misalnya pada saat menerima sakramen inisiasi.

c. Pada umumnya karunia ini diberikan kepada setiap orang Kristen, terutama jemaat yang membuka hatinya. Karunia ini merupakan karunia doa yang memampukan seseorang untuk masuk ke dalam kontemplasi yang mendalam.

d. Pada umumnya karunia ini merupakan karunia doa; doa pujian, ucapan syukur dan doa permohonan.

e. Karunia ini lebih bersifat personal, untuk pertumbuhan, dan membangun relasi pribadi dengan Tuhan.Jadi tidak perlu ada penafsiran.

Karunia berkata-2 dengan bahasa roh.

a. Bersifat tidak tetap (sementara atau sesaat), artinya hanya pada saat-saat tertentu saja, di mana Allah berkenan menyatakannya.

b. Jemaat yang sudah dewasa rohaninya, yang membuka hati guna dipakai Tuhan untuk menyamnpaikan SabdaNya.

c. Pada umumnya karunia ini hanya diberikan pada jemaat yang sudah dewasa rohaninya, karena mereka sudah lebih peka dan lebih mampu membedakan mana gerakan Roh, dan mana yang bukan!

d. Lebih bersifat nubuatan artinya karuinia ini lebih merupakan pernyataan Sabda Allah.

e. Pada umumnya disampaikan dalam persekutuan doa (PD), ditujukan pada jemaat yang hadir untuk; menghibur,mengajar, pertumbuhan rohani jemaat, dan lain-lain

5. Penggunaan Karunia Bahasa Roh.

a. Karunia doa pribadi (I Kor. 14: 2, 4).

Dalam I. Kor.14: 2 disebutkan bahwa siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sedangkan dalam I Kor.14: 4, dikatakan bahwa siapa berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, dan pada saat seseorang berdoa dalam bahasa roh, maka rohlah yang berdoa dan akal budi tidak turut berdoa (I Kor. 14: 14, Bandingkan juga dengan Roma 8: 26-27).

b. Menyanyi dalam roh (I Kor. 14: 15).

Karunia ini merupakan karunia doa pujian, yang seringkali diwujudkan dalam bentuk nyanyian yang disebut menyanyi dalam roh atau disebut juga bersenandung dalam roh. Dalam I Kor. 14: 15 Paulus menulis bahwa selain ia berdoa dengan akal budi, dia juga akan menyanyi dan memuji Allah dalam rohnya.

c. Dalam wujud bahasa malaikat (I Kor. 13: 1).

Berdoa dalam bahasa roh seringkali berbentuk kata-kata yang disampaikan pada Allah tetapi tidak dimengerti oleh yang mendoakan ataupun orang lain yang mendengarnya, hal inilah yang disebut berkata-kata dengan bahasa malaikat. (Bandingkan I Kor. 14: 2).

d. Berkata-kata dalam bahasa roh (I Kor.14: 26-28).

Berkata-kata dengan bahasa roh, seringkali juga dimksudkan sebagai karunia bernubuat, yang mana dalam hal ini orang yang mengucapkan kata-kata tersebut tidak mengerti apa yang dikatakan dan yang mendengar juga tidak mengerti, maka untuk itu dibutuhkan karunia penafsiran. Karunia berkata-kata dalam bahasa roh ini harus ditafsirkan karena kata-kata berupa pesan yang disampaikan berguna untuk membangun jemaat. (I Kor. 14: 4).

6. Manfaat Bahasa Roh.

a. Doa dalam bahasa roh sangat bermnanfaat untuk memuji Allah secara lebih mantap dan konsisten, serta mendalam (Kontemplasi).

b. Berdoa dalam bahasa roh yang bersifat adikodrati ini dapat membantu dan memyemangati seseorang untuk memenuhi panggilan Allah guna berdoa secara terus-menerus.

c. Berdoa dalam bahasa roh menjadikan seseorang yang secara teratur/ tekun mendoakannya semakin peka akan bimbingan Roh Kudus.

d. Merupakan “pintu” untuk memasuki karunia karismatik lainnya secara lebih efektif.

e. Memberi perasaan tenang, damai, dan hening terutama pada saat seseorang dalam keadaan sedih atau bingung.

f. Doa dalam bahasa roh merupakan suatu bentuk doa permohonan yang sangat efektif terutama pada saat seseorang tidak tahu secara pasti apa yang harus didoakan, misalnya pada saat seseorang mendoakan orang sakit yang belum tahu pasti sumber penyakitnya.

g. Dan lain-lain.

7. Cara Memperolehnya.

a. Bekerjasama antara manusia dengan Roh Kudus.

b. Menyingkirkan halangan, dan melakukan faal iman, dasn percaya Tuhan memberikannya.

c. Orang yang mendoakan, berdoa dalam bahasa roh dengan suara yang keras, sedangkan orang yang didoakan menirukannya dengan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa roh yang pertama, yang mana hal ini berarti bahwa orang tersebut telah menyerahkan diri keapada karunia ini!

d. Orang tersebut dapat berdoa dalam bahasa roh yang berbeda dari orang yang mendoakannya!

“Bahasa roh juga sepeerti karunia lainnya,bukan tanda kesucian atau tanda keunggulan iman!”

Sumber Referensi:

Kitab Suci

Bahan Retret Pengembangan Karunia, Kamis s.d. Minggu, 19 s.d. 22 Nopember 1992, Ngadireso – Tumpang, Malang.

Bertumbuh dalam Karunia-karunia Roh Kudus, Sebuah Buku Panduan yang disusun oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus.

Kemitraan Allah dengan Manusia, Rteret Imam Sumatera III, 1998 oleh Fr. Fio Mascarenhas, SJ.

Pembaharuan Karismatik Katolik, Buku Pegangan Untuk Para Pemimpin dan Peminat PKK, 1996 Fr. Fio Mascarenhas, SJ., terjemahan Rm. F.X. Soekarno, OSC.

Aneka Karunia, Satu Roh Surat Gembala Mengenai Pembaharuan Karismatik Katolik

Konferensi Waligereja Indonesia, 2006

Karunia Sabda Pengetahuan, Penuntun Praktis Pemecahan Masalah Kehidupan, oleh Fr. Robert DeGrandis, S.S.J. 1993

Discerment, Karunia Membeda-bedakan Roh, oleh Rm. L. Sugiri v.d. Heuvel, SJ dan Rm. B. S. Mardiatmadja, SJ, 2006.

Mungkinkah Karismatik Sungguh Katolik? Sebuah Pencarian, oleh Rm. Deshi Ramadhani, SJ. 2007.

The Gift of Tongues, Fr. Robert DeGrandis, S.S.J, USA., 1983.

Suara-Suara Surgawi, Sumakud, Hendra Ignatius, A. Centra Print, 2005.

Glossa, DR. Yohanes Indrakusuma, O.Carm, Batu, 1979.

FOTO DI ATAS MEJA

Seorang artis pencandu obat-obatan dan divonis oleh dokter bahwa dia terkena virus HIV, kini tergolek sekarat di rumahnya. Seorang teman datang untuk menghibur dan mencoba menguatkan imannya. Namun dosa-dosa yang telah diperbuat sang artis ini telah membutakan nya sehingga dia merasa sangat putus asa. "Aku berdosa', katanya. "Aku telah menghancurkan hidupku sendiri dan kehidupan banyak orang di sekelilingku. Sekarang aku tersiksa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk memperbaikinya. Aku akan masuk neraka."

Temannya ini meihat ada sebuah potret gadis kecil yang cantik dan lucu dengan figura indah di atas meja kecil di samping tempat tidur sang artis. Lalu dia bertanya,"Foto siapa ini?"

Mendengar pertanyaan itu, si artis bangkit semangatnya dan menjawab dengan antusias, " Itu putriku. Dia adalah mutiara hidupku. Satu-satunya yang terindah yang aku miliki."

"Apakah kamu akan menolongnya jika dia mendapat kesulitan atau apakah kamu memaafkannya apabila dia melakukan kesalahan. Apakah kamu masih menyayanginya?", tanya sang teman.

"Tentu saja," jawab sang artis. "Aku akan melakukan apapun demi dia. Mengapa kamu bertanya seperti ini?"

"Saya ingin kamu tahu bahwa Allah juga punya foto dirimu di atas mejanya."

Sang artis tersentak. Sudah lama ia tidak mendengar kata Allah dan bahkan tidak pernah mengucapkannya.

Saudara, mengapa kita sering menghakimi diri kita sendiri dengan tuduhan-tuduhan yang kejam, dengan pikiran-pikiran yang jelek? Kalau kita saja menghakimi diri sendiri seperti itu, bagaimana dengan orang lain? Apakah kita lupa, bahwa kita ini milik kepunyaan Allah? Apakah kita lupa pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membuktikan kepada kita bahwa kita ini berharga dan mulia. Kita sangat sangat dikasihi-Nya. Seburuk apapun kesalahan dan pelanggaran kita, Allah mau mengampuninya. Kasih-Nya menutupi semuanya. Kasih-Nya tulus, yang dibuktikanNya dengan datang sebagai Bayi kecil, kemudian Dia mencurahkan darah-Nya untuk menebus kita dan menguduskan kita sekali untuk selamanya. Dia bukan hanya mempunyai foto diri kita, tapi juga keseluruhan hidup kita. Kita harus bersyukur karena kita terpahat ditanganNya.

(Sumber : Buku Hikmat Dari Tuhan Tentang Kehidupan)


TUHAN MEMBERKATI.
Dr. Masaru Emoto San dalam bukunya (Efek kesehatan dari pikiran negatif).

Jika sering membiarkan diri kita stress maka kita akan mengalami
gangguan pencernaan.
Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.
Jika mudah tersinggung maka kita akan terkena insomnia (susah tidur).
Jika sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.
Jika sering membiarkan rasa takut yg berlebihan, akan mudah terkena penyakit ginjal.
Jika suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna).
Jika suka marah bisa sakit
hepatitis.
Jika sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas melemah.
Jika sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula).
Jika sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis (memori & kontrol fungsi tubuh berkurang).
Jika sering bersedih, bisa menderita leukemia.

Maka dari itu, mari kita pelihara hati yg gembira, bersyukur dan selalu "Positive Thinking"

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang
Amsal 17:22

20 Berkat

1. mengapa saya berkata “Saya tidak bisa” jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)?

5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?

11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31) ?

18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)?

20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? ” Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! ” (Mazmur 46:11a)

Tulisan Jelek

Yevgeny Golden adalah seorang pengarang kenamaan Moskow. Disetiap waktu luangnya ia selalu menyibukkan diri untuk menganalisa tulisan tangan seseorang. Baginya tulisan tangan adalah penunjuk watak seseorang dan Golden suka menganggap dirinya ahli dalam seni ini.

Pada suatu hari, seseorang nenek mengantar kepadanya buku catatan pekerjaan rumah seorang anak kecil, dan meminta Golden memberikan pendapatnya tentang bakat anak itu. Golden secara teliti mempelajari tulisan kacau balau itu.

"Engkau ibu anak itu ?" tanyanya. Nenek tersebut menjawab "Bukan". "Mungkin anda mempunyai hubungan keluarga dengan dia ?" tanyanya kembali. Jawab wanita ini : "Tidak sama sekali."

"Saya akan mengatakan kepadamu secara terus terang pendapat saya: Anak ini cenderung ceroboh dan mungkin bodoh. Saya kuatir ia tidak akan berprestasi." "Tetapi tuan," kata nenek itu sambil tertawa, "catatan ini adalah milik tuan sendiri ketika duduk di Sekolah Dasar dulu"

=============

Jujur dalam hati, tanpa disadari terkadang kita juga sering berbuat hal yang sama; mengkritik orang lain sedemikian rupa, seperti kita adalah orang yang paling hebat, paling benar, tidak berdosa, dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diri kita.

Golden senang menilai orang lain, namun ketika didapati bahwa yang dia nilai "buruk" adalah dirinya sendiri, tentu hal itu membuat dirinya "malu". Ya, pasti, karena pada dasarnya setiap orang juga tidak mau jika dihakimi.

Oleh karena itu jangan pernah menghakimi bila kita tidak ingin dihakimi.

Jadi, apapun yang dilakukan orang lain dan seburuk apapun perbuatannya, bukan hak kita untuk menghakiminya. Lebih baik banyak-banyaklah bercermin agar kita tahu dimana letak kekurangan kita.

"Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kapadamu" --Matius 7:2--


_Tuhan Yesus Memberkati_

Kamis, 28 April 2011

Akhirnya harus bersyukur

ang namanya manusia tidak pernah ada puasnya. Dikasih hujan minta panas, dikasih panas minta hujan. Semua keadaan jadi kambing hitam atau jadi objek yang selalu disalahkan. Tidak Cuma itu, waktu kita mulai membandingkan diri dengan orang lain, ujung-ujungnya yang ada hanya persungutan.

Diam-diam atau terang-terangan kita mulai protes sama Tuhan. Pernahkah kita coba melihat, bahwa ada sebagian manusia dibumi yang sama, yang tidak lebih beruntung dan tidak seberuntung kita?

“Tuhan, Hari yang buruk” batin Lisa, langit yang tampak menggelap karena hampir malam, yang saat itu ada di dalam bis.

tiba-tiba jadi semarak dengan warna-warni lampu di tengah kota yang satu-persatu mulai menyala menyambut datangnya malam. Masih didalam bis kota, dan jaga masih termenung, pandangan Lisa menerawang jauh. Sesekali mulutnya mengeluarkan keluh kesah. “Ahhhhhh…!”

Bis yang Lisa tumpangi terpaksa harus berhenti sesaat, karena ada kereta yang lewat. Mata Lisa tertuju dengan kehidupan di sepanjang rel kereta. Orang-orang yang tinggal di gubuk disepanjang pinggir rel, tampak duduk dan bercengkrama dengan santainya sambil menikmati nasi bungkus ramai-ramai, yang isinya tidak sebanding dengan mulut yang harus makan saat itu. Mereka terus makan, sambil sesekali memebereskan rambutnya yang tertiup angin. Mereka tidak peduli, walau puluhan mungkin juga ratusan mata melihat. Tak jauh dari tempat itu beberapa anak yang tampak tak terurus berkejar-kejaran tanpa alas kaki, sampai anak-anak lainnya berhamburan keluar begitu tahu lampu merah menyala. Lampu merah adalah panggilan bagi mereka untuk bekerja, dan bis kota adalah tempat mereka mengais rejeki. Sempat Lisa memandang tiga orang bocah berpakaian kumal dan agak compang-camping lengkap dengan gitar kecil. Sedang serius menghitung sejumlah uang receh dekat gubuk yang punya cahaya lampu cukup terang.

Bis kembali melaju meninggalkan rel. “pemandangan tadi bukan kebetulan” bisik Lisa. Hari ini Tuhan mengijinkan ia melihat kondisi orang lain, supaya ia mengerti, bahwa masih banyak yang lebih menderita, dan susah payah untuk bisa bahagia di tengah kehidupan dunia yang keras. “selama ini aku berpikir, akulah orang yang paling malang di dunia ini. Aku salah Tuhan Engkau sendiri yang mencelikkan mataku. Ampuni aku yang sudah besungut-sungut, dan ajarlah aku untuk selalu bersyukur” doa Lisa.

Lisa kini mengerti, hidup memang tidak mudah. Untuk itu, ia harus berjuang. Tapi Lisa tau ia tidak berjuang sendiri. Ada Tuhan yang menyertai dia.. “Thanks God” ujar Lisa mantab

Babi Belum Tobat

Seorang penjudi berat yang baru bertobat dan hidup dengan penuh kemenangan, selama beberapa minggu beberapa sahabatnya mengajaknya kembali untuk bermain judi bersama tetapi ia menolak. Lalu ia hanya diajak hanya ikut melihat saja temannya-temannya bermain. Kemudian ia teringat akan sebuah pertunjukan Babi Amerika yang hebat! Binatang itu bisa mengambil huruf-huruf dari abjad dan menyusun kata “GOOD PIG”. Ia juga dapat mempertunjukkan beberapa keahlian seperti berjalan dengan kaki belakang dan berjabat tangan dengan pengunjung. Babi itu bersih sekali, kukunya disikat dan pakaiannya bagus, tak seorang pun dapat menyangkal bahwa ia sopan dan terlatih sekali.

Ketika selesai pertunjukan ia pun menengok kandang babi tersebut. Dia hanya tersenyum karena babi itu berguling-guling di lumpur dalam kubangan air. Dalam hatinya berkata, Apa bedanya dirinya dengan babi tersebut kalau sudah dilahirkan kembali dan lepas dari belenggu dosa tetapi masih suka berguling-guling dalam lumpur dosa. Ia melihat suatu kesia-siaan dan memutus untuk pergi dari tempat itu dan meninggalkan teman-temannya.


====================

Sahabat, banyak dari kita memiliki masalah dengan dosa, seringkali kita telah minta agar Tuhan melepaskan kita dari jerat dosa yang membelenggu, tetapi sesering itu juga kita jatuh kembali ke kubangan yang sama. Bukan kuasa Allah yang kurang hebat, tetapi seringkali kita terus bermain-main di tempat yang sama. Ambilah keputusan untuk berjalan maju dan tidak berpaling lagi, kuasa kebangkitan Kristus pasti memberikan kemenangan. [FS]


“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:38)