Kamis, 22 Desember 2011

Benarkah Gereja Katolik Menyembah Patung???


1. Mengapa Gereja Katolik membuat Patung?

Alasan pembuatan patung dalam Gereja Katolik adalah sebagai simbol atas sosok yang diistimewakan melalui patung tersebut. Patung itu sendiri tidak diistimewakan, sosok yang diwakilinyalah yang diistimewakan.

Sebagai contoh, Seseroang menyimpan foto orang lain yang dikasihinya. Tentunya yang dikasihi bukanlah foto itu sendiri melainkan pribadi yang diwakili melalui foto tersebut.

Contoh lainnya adalah warga negara suatu bangsa amat menghormati bendera bangsanya, jika bendera itu diinjak2 banga lain, warga negara itu akan marah. Tentunya dia marah bukan atas nasib benderanya sendiri melainkan atas penghinaan terhadap sosok yang diwakili bendera itu, yaitu bangsanya sendiri.

Dengan demikian, pembuatan patung sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menjadikan patung itu sebagai objek penyembahan, melainkan hanya sebagai simbol atas sosok yang diistimewakan.

2. Bukankah hal ini dilarang oleh Alkitab (bdk. Kel 20:4-5)?

Sekarang permasalahannya adalah apakah Pembuatan Patung itu melanggar perintah Alkitab? mari kita lihat ayat yang seringkali dikontraskan dengan praktek Gereja Katolik:

Kel 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
Kel 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Larangan pembuatan patung pada Kel 20:4 tidak lepas dari konteksnya dengan Kel 20:5, dimana patung itu tidak boleh dibuat untuk disembah. Maka sebatas pada ayat ini saja, sejauh patung itu dibuat tidak untuk disembah, maka pembuatan patung dan penggunaannya tidaklah bermasalah.

Seperti yang saya jelaskan pada jawaban atas pertanyaan pertama di atas, patung tidak dibuat Gereja Katolik untuk disembah atau dihormati, melainkan untuk menyimbolkan sosok yang disembah atau dihormati.

Bukti Alkitabiah pembuatan Patung

1. Perintah Allah untuk membuat dua kerub dari emas di atas penutup tabut perjanjian (Kel 25:18-20)
2. Perintah Allah untuk membuat dan meninggikan patung ular (Bil 21:9; Yoh 3:14-15)
3. Salomo membuat patung Kerub (1 Raj 6:23-28)

Adanya bukti ini semakin menegaskan bahwa larangan pembauatan patung pada kel 20:4-5 memang adalah dalam konteks untuk tujuan menjadikan patung itu sendiri sebagai objek penyembahan, tetapi di luar tujuan itu, pembuatan patung tidaklah dilarang.

Maka dengan demikian, pembuatan patung dalam praktek Gereja Katolik tidaklah bermasalah.

0 komentar:

Poskan Komentar