Rabu, 20 Oktober 2010

DISELAMATKAN OLEH KASIH (Bagian 4)


Dengan berderai air mata, dengan tubuh bergetar karena tangis yang ia tahankan, yang membuat dadanya terasa sesak dan sakit, ia dengan pelan menghampiri Yesus, ia tersungkur di kaki Yesus. Dengan emosi yang diliputi oleh kebahagian sekaligus derita, ia menangis dan menciumi kaki Yesus, ia menangis tanpa suara... hanya air mata saja yang mengucur deras membasahi kaki Yesus.... kemudian dengan halus dan lemah lembut ia hapus tetesan air mata itu dengan rambutnya yang hitam lebat, ia bersihkan tetesan air mata itu bagai ia menghapus kotoran yang menjijikan dari kaki Yesus, dan itu adalah kekotoran dosa-dosa masa lalunya....kemudian ia ciumi lagi kaki Yesus dengan sayang...

Di bukanya botol pualam indah berisi minyak wangi yang dibawanya.
Minyak wangi mahal itu dituangkannya ke kaki Yesus, diusapkannya dengan penuh kasih dan hormat....
Ia sembah sujud di kaki Yesus dengan tangis yang semakin keras... ia merasa begitu bahagia, ia merasa telah lepas semua beban deritanya.... ia merasa menjadi manusia baru.... yang begitu suci sempurna... Ia tahu bahwa dosanya telah diampuni, dan ia merasa bagai seorang bayi suci yang dilahirkan kembali, tanpa dosa dan noda.... begitu murni...

Semua yang hadir dalam jamuan makan itu tertegun dengan apa yang diperbuat oleh perempuan itu. Mereka terpana dan sibuk dengan pikiran mereka. "Alangkah bodohnya wanita ini, minyak wangi yang begitu mahal dibuangnya secara sia-sia dikaki Yesus....", ada juga yang berpikir "Hal yang memalukan, merendahkan diri membasuh kaki seorang guru, walaupun Ia sehebat Yesus dengan airmata dan menghapus dengan rambutnya yang indah itu... huh.... benar-benar tindakan yang bodoh...!" Bahkan Simon, orang Farisi yang mengundang Yesus itupun terpana, ia berkata dalam hati, "Seandainya orang ini nabi, tentu Ia tahu siapa wanita itu yang menyentuh Dia, bahwa wanita itu hidup dalam dosa!".

Yesus menatap Simon dengan tatap tajam namun penuh kasih, bagai Yesus mengetahui apa yang menjadi isi hati Simon, dan berkata kepada Simon, "Simon, ada sesuatu yang mau Kukatakan kepadamu."

"Ya, Pak Guru," jawab Simon, "katakan saja."

Yesus berkata, "Ada dua orang yang berutang kepada orang yang meminjamkan uang. Yang seorang berutang lima ratus uang perak, dan yang seorang lagi lima puluh uang perak. Kedua-duanya tidak dapat melunasi utang itu, maka utang mereka dihapuskannya. Nah, siapa di antara kedua orang itu akan lebih mengasihi orang yang meminjamkan uang itu?" tanya Yesus.

"Saya kira orang yang paling banyak dihapus utangnya!" jawab Simon.

"Pendapatmu benar," jawab Yesus.

Lalu Yesus melihat kepada wanita itu dan berkata kepada Simon, "Engkau melihat wanita ini? Aku datang ke rumahmu, dan engkau tidak menyediakan air untuk membersihkan kaki-Ku; tetapi wanita ini sudah membersihkan kaki-Ku dengan air matanya, dan mengeringkannya dengan rambutnya. Engkau tidak menyambut Aku dengan ciuman, tetapi wanita ini tidak berhenti menciumi kaki-Ku sejak Aku datang ke sini. Engkau tidak menuang minyak di kepala-Ku, tetapi wanita ini sudah menuang minyak wangi di kaki-Ku. Sungguh: kasihnya yang besar itu menunjukkan bahwa dosanya yang banyak sudah diampuni! Kalau orang diampuni sedikit, ia akan mengasihi sedikit juga."

Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, "Dosa-dosamu sudah diampuni."

Orang-orang lain yang duduk makan bersama Yesus mulai berkata satu sama lain, "Siapa orang ini sampai dapat mengampuni dosa?"

Tetapi Yesus berkata kepada wanita itu, "Karena engkau percaya kepada-Ku, engkau diselamatkan. Pergilah dengan damai!"
----------

LORD JESUS bless you and me, now and forever.
AMIN.

Sumber tulisan:
YOHANNES 7:53 - 8:11 = Perempuan yang berzinah
LUKAS 7:36-50 = Yesus diurapi oleh perempuan berdosa


0 komentar:

Posting Komentar